Category Archives: poem

Kerlip Cantik

Standard

Kau selalu begitu.
Mempesona.
Cantik dengan cahayamu.
Pendarnya selalu memukau.
Kau membuat mereka menikmati gelap,
Yang menjadi indah karena tercahayai oleh kemilaumu.
Kau, ciptaanNya yg menawan.

Kerlipmu selalu cantik.

Kunang-kunang :)

Jika sejenak kutinggalkan anakku

Standard

Ya Allah,
Jika sejenak kutinggalkan anakku untuk menunaikan salah satu perintahMu,
Kupasrahkan penjagaannya padaMu,
Bantulah dalam pengasuhannya semasa itu, cukupkan untuknya kebutuhan fisik dan jiwanya.
Selayaknya Ibrahim yang memasrahkan anak istrinya kepadaMu.

Jika sejenak kutinggalkan anakku sebagai ikhtiar memenuhi salah satu amanahMu,
Kuatkan dan tentramkanlah hatiku dan jiwanya,
Selayaknya rasa tentram Aminah menitipkan Muhammad kecil dalam pengasuhan dan penyusuan Halimatus Sa’diyah.

Jika sejenak kutinggalkan anakku untuk sedikit berbakti membina umatMu, menolong agamaMu,
Kumohon Engkau limpahkan pertolonganMu dalam membina anak-anakku.

Jika sejenak kutinggalkan anakku demi Engkau alasannya,
Kumohon gantilah…gantilah waktu dan jarak yang aku tempuh dengan keberkahan untuk anak-anakku. Untuk kami.

Jika sejenak kutinggalkan anakku, bukan karena aku lalai akan tugasku terhadapnya.
Jika sejenak kutinggalkan anakku, aku akan kembali untuk mereka, dengan ijinMu.
Sesungguhnya Engkau lah yg Maha Menyaksikan dan sebaik-baik Pemberi Balasan.

Meskipun saat menulis ini, sy tidak kemana-mana. Sy ada bersama mereka :D
Terimakasih.

Potongan sajak “CINTA”

Standard

dengerin rentetan play list musik di HP adik, eh, nemu musikalisasi bait-bait ini… jadi semakin merindu sosok tercinta :oops:

detak jantung terus berlantun
langkah kaki tetap terpadu
dalam lembaran penuh warna kehidupan, angan yang terpendam kan terwujud
cita-cita yang tinggi kan tergapai
dengan usaha serta keriangan dan kesungguhan
itulah arti dari mencintai diri sendiri

jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada di sisi kita

Tuhan memberikan kita 2 buah kaki untuk berjalan
2 tangan untuk memegang
2 telinga untuk mendengar
dan 2 mata untuk melihat
tetapi mengapa Tuhan hanya menganugrahkan sekeping hati kepada kita?
karena, Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi kepada seseorang untuk kita mencarinya,
itulah cinta…

jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba
jangan sesekali menyerah jika kita masih merasa sanggup
jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya lagi jika kita masih tidak dapat melupakan

cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan
kepada mereka yang masih percaya walaupun mereka telah dihianati
kepada mereka yang masih ingin mencintai walaupun mereka telah disakiti sebelumnya
dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan
— —
cinta dapat mengubah pahit menjadi manis
debu menjadi emas
keruh menjadi bening
sakit menjadi sembuh
penjara menjadi telaga
derita menjadi nikmat
dan kemarahan menjadi rahmat
— —
seandainya kita ingin dicintai atau memiliki hati seseorang ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah,
kadang kala kita mencium harum mawar tersebut tetapi ada kalanya kita merasakan bisa duri mawar itu menusuk jari
— —
kadang kala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati sehingga kita kehilangannya
pada saat itu tiada guna penyesalan karna perginya tanpa berkata lagi

cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya
kisah silam tidak perlu diungkit lagi sekiranya kita benar-benar mencintainya setulus hati

hati-hati dengan cinta
karna cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit
orang gemuk menjadi kurus
orang normal menjadi gila
orang kaya menjadi miskin
raja menjadi budak
jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu

kemungkinan apa yang kita sayangi atau cintai tersimpan keburukan di dalamnya
dan kemungkinan apa yang kita benci tersimpan kebaikan di dalamnya

cinta kepada harta artinya bakhil
cinta kepada perempuan artinya alam
cinta kepada diri sendiri artinya bijaksana
cinta kepada mati artinya hidup
dan cinta kepada Tuhan artinya taqwa

lemparkanlah seseorang yang bahagia dalam bercinta ke dalam laut,
pasti ia akan membawa seekor ikan
lemparkanlah pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam segudang roti,
pasti ia akan mati kelaparan

seandainya kita dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar caman yang bergemerincing
— —
cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri
dan tidak merubahnya seperti gambaran yang kita inginkan
jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri kita sendiri yang kita temukan dari dalam dirinya

kita tidak akan pernah tau bila kita akan jatuh cinta
namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

cinta bukanlah kata yang murah dan lumrah
tetapi cinta adalah anugrah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat melihat dan menilai kesuciannya
— —
cinta dapat membuatmu bahagia
tapi sering juga bikin sedih
tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya
jadi janganlah terburu-buru dan pilih yang terbaik

cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang sempurna bagi seseorang tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantu menjadi dirimu sendiri

jangan pernah bilang i love you kalau kita tidak pernah peduli
jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada
jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu untuk menghancurkan hatinya
jangan pernah menatap matanya kalau semua yang dilakukan  kita hanya untuk berbohong

hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah
membiarkannya jatuh cinta sementara kita tidak berniat untuk menangkapnya

cinta bukan ‘ini salah kamu!’ tapi ‘maafkan aku’
bukan ‘kamu di mana sih?’ tapi ‘aku di sini’
bukan ‘gimana sih kamu’ tapi ‘aku ngerti kok’
bukan ‘coba kamu gak kayak gini’ tapi ‘aku cinta kamu seperti kamu apa adanya’

probalitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kita sudah bersama maupun berapa sering kita bersama
tapi apakah selama kita bersama kita selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yg berkualitas?

kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kita inginkan
dan menyayat sedalam yang kita ijinkan
yang berat bukan bagaimana cara mengulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana cara belajar darinya
— —

Cinta adalah semangat, cinta adalah kepercayaan, cinta adalah energi yang tak bisa dimusnahkan ia hanya bisa berubah bentuk.

*sajak “CINTA” nya Kahlil Gibran, yang dicuplik semau saya :mrgreen:

Just The Way You are

Standard

Oh, tidak. Cukup jadilah dirimu sendiri, semaumu, semampumu…

Aku takkan memaksamu untuk menjadi sepertiku, memiliki seperti yang kupunya, melakukan sebagaimana yang aku bisa, melangkah dengan caraku, atau berperan seperti gayaku.

Oh, tidak. Aku takkan begitu.

Aku takkan menuntutmu menjadi seperti mereka. Meskipun mereka mengagumkan bagiku, tapi kau jauh lebih berharga dari siapapun mereka.

Oh, tidak. Tak ada sedih yang layak kau risaukan. Aku berjanji akan menyenangimu…

Tersenyumlah, dengan senyummu. Dan aku akan terus menyukainya…

Oh, ternyata aku punya satu nama sifat untukmu: cinta.

Oh, dan ternyata aku punya satu nama tempat yang ingin ku tuju bersamamu: surga.

Saat kau tak bisa melakukan hal sepertiku, pasti ada hal lain yang aku juga tidak bisa melakukannya sepertimu. Itulah kenapa kita harus bersama.

I love you just the way you are…

23 Mei 2011

* Dapat cerita dari teman, tiba-tiba nemu ide nulis ini :D

Jasad Pohon Tua Terbawa Anaknya

Standard

Tegak menjulang pohon tua

Mengakar, mencengkeram kuat jasad bumi

Berdiri tak berpenyangga

Menopang dahan, ranting tak berdaun

Bunga dan buah apalagi,

tak tampak sekedar menyegarkan

 

Menyembul tumbuh pohon kecil berkeliling

Segar muda berdaun

ialah anak-anak si pohon tua

Tumbuh dari rapuhnya si pohon tua

Mekar dari memarnya si pohon tua

Subur dari pupuk busuknya si pohon tua

 

Takkan hilang bekas itu

Bahwa anak-anak pohon tua itu

Tetaplah membawa jasad induknya

Sampai mereka menjadi seonggok pohon tua.

Bercerita Pada-Mu

Standard

Aku pernah katakan pada-Mu

Aku terluka

Aku terluka atas ujian-Mu

Karena bagiku, ujian ini tidak hanya melukaiku

Tapi mereka juga, separuh jiwaku

Aku manusia-Mu ya Tuhan

Maka sangat manusiawi aku merasa terluka atas takdir-Mu yang sulit ini

Tapi aku tak pernah marah pada-Mu

Tidak pernah!

Aku tak pernah berpikir akan membenci-Mu

Kau lihat sampai detik aku menghadap-Mu saat ini

Aku masih mengharap-Mu,

Mencoba menumpahkan segala harap, takut, dan cinta pada-Mu

Bukan aku tak memahami bahwa semua itu pasti baik untukku dan untuk mereka

Bukan karena aku tidak terima goresan cerita dari-Mu

Aku hanya sedang bercerita

Tentang aku,

yang hanyalah manusia-Mu

yang sangat manusiawi bercerita pada-Mu tentang kesulitanku

yang sangat manusiawi mengeluhkan lukaku

Allah-ku…aku telah bercerita pada-Mu

Seseorang

Standard

Dia yang begitu diam dengan dirinya

Yang ternyata dengan rapat erat menyimpan

Begitu dalam merasai getar hatinya

Bahkan jikapun ia tahu bahwa aku telah tahu

Mungkin dia takkan ijinkan aku tahu

Harus mengaku aku pun bersalah

Yang selalu sekedar membaca dengan mata

Lalu berucap dengan batin

Seolah akan bisa tersampaikan oleh semilir sejuknya angin

Bahwa aku mengertikannya

Seandainya dia mengerti…

Bahwa aku pun diam dengan diriku