Monthly Archives: June 2018

Laa Tahzaniy…

Standard

Melahirkan itu proses yang memang berat. Maka sangat bisa dimengerti bagaimana beratnya Maryam menghadapinya seorang diri. Sudahlah tak ada suami, bidan apalagi. Hanya bersandar di bawah pohon kurma menghadapi persalinan seorang diri.

Maka bisa dimengerti, bebannya kala itu, sampai-sampai ia berkata, “Yaa laitaniy mittu qobla hadza wakuntu nasyan mansiyya.” QS. Maryam: 23

“Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.” Kalimat ini, seolah kalinat depresi bukan? Putus asa dan pengen mati saja. Maka jangan anggap bualan bahwa ibu pasca melahirkan itu beban fisik dan psikisnya berpotensi jadi depresi.

Lalu Jibril datang kepada Maryam dan berseru padanya, “Laa tahzaniy… jangan kamu bersedih.”

Kemudian Jibril berkata agar Maryam menggoyangkan pangkal pohon kurma agar menggugurkan buahnya. Kalimat ini, kalau untuk orang sensi sangat bisa bikin dongkol.

Bayangkan, orang sedang kontraksi melahirkan itu kayak apa beratnya. Sudahlah sakit, lelah, payah, Maryam pun hampir putus asa. Eeh, masih disuruh menggoyangkan pohon kurma. Tau kan pohon kurma itu kayak apa? Kalau macam pohon jambu mah digoyang mungkin bisalah lalu jatuh buahnya. Lhah pohon kurma? Yang kokoh macam pohon palem itu? Seberapalah tenaga wanita muda yang sedang prosesi melahirkan itu, sehingga diperintah menggoyang pohon kurma??? Kenapa Allah tidak jatuhkan langsung saja itu buah-buah kurma? Jadi siap saji begitu???

Salah satu hikmahnya adalah bahwa Allah ingin melihat usaha hamba-Nya. Mudah sekali bagi Allah tinggal kasih instan pada Maryam, buah kurma dijatuhkan siap saji di depannya. Tapi Allah ingin melihat usaha seorang hamba, sebagai penanda bahwa ia tidak putus asa dari rahmat Allah. Maka Allah pun menggugurkan untuk Maryam, ruthoban janiyya. Buah kurma yang masak.

Jangan bersedih, jangan putus asa. Rahmat Allah itu dekat sekali.

 

Advertisements

Jika Aku Tak Sempat Tua

Standard

Sampaikan pada duo Boya, umi sayang semuanya. UmiΒ banyak salah, tolong dimaafkan dan didoakan agar mendapat pengampunan dan rahmat Allah.

… Β … Β …

Demikian itu adalah surat wasiat. Adapun isi lengkapnya telah disampaikan kepada abinya dan buliknya anak-anak πŸ’™

Maut tidak ada yang tau. Mumpung masih hawa-hawa idhul fithri, mohon dimaafkan salah-salah saya. Baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Semoga akhirul hayah husnul khotimah. Aamiin.

 

*login blog demi supaya gak lupa lagi paswordnya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

 

 

 

The most wakzzz moments in my life…

Standard

Kamu punya kenangan paling norak dan nggilani? Saya punya tuh. Kalau di list, ada berderet-deret. Dulu kalau ingat rasanya hiiiyyy… njelehi. Ngisin-ngisini. Sebel sama diri sendiri. Kok bisa aku senorak itu. Weekkkzzz!!!

Alkisah… ah sudahlah gak usah dikisahkan. Yang jelas disyukuri, alhamdulillah sudah lama move on dari hal-hal njelehi itu. Sekarang kalau ingat lagi, istighfar dan berdoa berlindung dari kebodohan yang serupa. Bukan suatu dosa besar sih, hanya saja suatu yang sepele tapi kok norak amat. Nggilani. Annoying. Bagaimana sekarang prasangka orang-orang itu kepada saya? Hasembuh sekarepmu πŸ˜‚ The truly thing I realize and admit is: yes I was annoying. Bukan tugas kita ngebenerin prasangka orang pada kita, tugas kita cuma disuruh be better day by day. Rasah ngurusi pikiran uwong.

Bukan salah siapa, semua itu salah saya sendiri. Kenapa sebegitu menggebu dalam berbaik hati, mengagumi, juga membenci. Hasilnya yaa… sesuatu yang lebay itu ujung-ujungnya: ngisin-ngisini rai 😝

Dia yang resek barangkali karena salahku yang memberi kesempatan, dia yang tidak bisa diajak berteman bukan berarti tidak baik, hanya saja kita tidak cocok. Adalah so welcome ada yang tidak sreg pada diri saya dan memilih menjauh, ha yo siapalah diri ini. Tidak semua orang merasa nyaman dengan karakter, sikap, ataupun segala hal yang annoying dari diri saya. Jadi sangatlah wajar dan silakan menjaga jarak sejauh kutub utara dan selatan πŸ˜‚

Alhamdulillah ala kulli hal. Tidak selamanya berjalan bersama itu menumbuhkan kebaikan, sebab berdekatan itu berpotensi menimbulkan gesekan. Ada kalanya lebih baik sendiri-sendiri menempuh jalan yang berlainan. Lalu dari kejauhan kita bisa saling dadah-dadah sambil melempar senyuman.

Say goodbye and love the whale 🐳