Daily Archives: November 19, 2016

Dear, Kamu

Standard

Iya, kamu.

Masih ingat tidak saat kita kelas 3 SMA, kelompok kita presentasi agama. Waktu itu ada teman yang tanya “Kenapa dikatakan Alquran itu hudan lil muttaqin, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa? Jadi hanya orang yang bertakwa saja yang dapat petunjuk?” Kurang lebih begitu kalimatnya.

Kamu yang waktu itu belum berjilbab, maju menjawab: “Iya. Kan orang bertakwa itu melaksanakan perintah Allah, jadi ketika ada petunjuk di Alqur’an dia mau mengikuti. Maka dia akan dapat petunjuk dari Alqur’an. Kalau orang tidak bertakwa, Alqur’an bilang apa dia tidak akan mengikuti.” Kurang lebih begitu jawabmu. Momen itu kuingat sampai sekarang.

Tahun pertama setelah kelulusan aku senang mendapatimu berjilbab. Wajah ayu khas gadis Jawa semakin dipermanis dengan jilbab sebagai penanda kasat mata bahwa kamu muslimah.

Kabar mengejutkan beberapa tahun berikutnya. Kau tanggalkan semua yang berbau Islam, mulai dari atribut sampai keimanan. Jalan cinta yang kau pilih membawamu jauh dari keimanan yang sejak berpuluh tahun kau yakini.

Pernah kukirim inbox dan tidak pernah kau jawab. Ya sudah lah. Aku tau itu hakmu. Bahkan dilindungi undang-undang. Aku hanya ingin menanam harapan. Selama belum habis nafas, doa tetap bisa bekerja bahkan untuk orang yang keimanannya berbeda. Dan kamu pasti tau, doa itu penanda sayang.

Syukurlah sampai sekarang kita masih berteman baik. Kubiarkan status-statusmu tampil di berandaku. Termasuk statusmu bernada dukungan atau geram pada isu terkini. Sekarang pagar kita: lakum diinukum waliyadiin. Berhubungan baik dalam hal yang kita sepakat, dan aku memilih menahan tanggapan pada tema yang kita pasti susah untuk mufakat.

Oya, terimakasih. Aku senang kamu sering mampir di posting-ku. Karena saat namamu muncul, aku selalu membatin doa untukmu. Iya, namamu. Nama salah satu surat di Alqur’an.

Tulisan ini kubuat bukan untuk kau baca. Tapi untuk suatu saat kubaca ulang sambil tersenyum. Semoga. :)

Hadanallahu waiyyakum ajma’in. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kami dan kamu sekalian.

♡ Dzuhur, di kampung halaman

Advertisements

Today’s Themes

Standard

Sometimes, silence is the highest level of ignorance.

Jika hatimu samudera, sekilo garam tidak akan terasa.

Bisa jadi orang yang nyebelin untuk kita, untuk orang lain dia kesayangan, kebanggaan. Karena apa? Karena kita yang sebel ini hanya tau nyebelinnya saja. Sedangkan orang dekatnya tau banyak baiknya.

Jadi sebenarnya siapa yang nyebelin? Kamu. Iya, aku.

Ada banyak pilihan respon dan makna. Kamu pilih yang mana.

*logoterapi
*menulis adalah afirmasi