Disatukan Oleh Alqur’an

Standard

Sebelum ada aksi 4 Nov, di sebuah ruangan saya pernah merenung. Dalam skala yang jauh lebih kecil memang, tapi saat itu saya mendapatkan pelajaran yang sama dengan aksi kemarin: muslimin disatukan oleh Alqur’an.

Di acara sertifikasi guru Qur’an dan agenda-agenda upgrading. Saya temukan beragam orang dengan perbedaan usia, jenjang pendidikan, profesi, bahkan latar belakang harokah (pergerakan) berkumpul, disatukan dalam satu misi yang sama: untuk belajar dan mengajar Qur’an. Dari yang pakaiannya bercelana sampai yang bercadar, berkumpul tanpa canggung. Ada yang NU, muhammadiyah, salafi, jihadi, dan saya sendiri tarbiyah. HTI belum nemu pas itu, barangkali saya gaulnya kurang merata.

Apapun harokahnya, kitab sucinya satu. Bahkan kegiatan keislaman lain pun belum tentu bisa menyatukan beragam umat Islam. Lihat kan, ada kajian salafi, kajian tarbiyah, pengajian NU, masing-masing berkumpul dengan kelompoknya. Tapi ketika Alqur’an misinya, semua dengan rukun berhimpun.

Aksi Bela Qur’an, Jum’at 4 November 2016 kemarin adalah hari bersejarah, momen yang luaarrr biasa. Kabarnya sekitar 2,3 juta muslimin yang ikut aksi. MaasyaaAllah. Merinding dan bikin nangis. Di rumah saya nostalgia kembali dengan nasyid “Ribathul Ukhuwah” nya Shoutul Harokah. Waah serasa merasakan derap langkah mereka, ukhuwah yang luar biasa. Ternyata kita bisa.

Ada yang berkata: “Membela alquran bukan dengan demo tapi membaca, menghafal, dan mengkajinya”. Padahal mereka yang demo hanya sehari kemarin turun ke jalan. Selebihnya, buanyuaaakk di antara para pendemo itu adalah ulama, asatidz, santri, da’i, yang menghabiskan waktunya sehari-hari untuk belajar, mengajar, menghafal, dan mendakwahkan alqur’an. If u cant respect, dont hurt please. Doakan semoga ghiroh juang kemarin ada atsarnya. Membekas menjadi kesadaran bagi para muslimin untuk lebih akrab dengan Alqur’an.

Untuk saya pribadi, aksi bela Qur’an kemarin memompa semangat untuk lebih serius dan istiqomah mengajar qur’an. Tahsin dan tahfidz, memberantas buta huruf Al Qur’an. Terutama untuk anak-anak, masa depan umat. Jika masih ada cinta pada Kalam Penciptanya, insyaAllah ghiroh Islam masih membara dalam dada. Harapan itu masih ada.

Allahuakbar!

*edisi revisi*

8 responses »

  1. 2.3 juta? ini baru saya baca. pantas saja jalanan sampai penuh gitu ya di foto- foto. :D
    semoga aksinya tidak berhenti di jalanan. tapi diteruskan di rumah- rumah, sehingga orang tua mengenalkan Al Quran sejak dini untuk memberantas buta Al Quran dan tragedi kemarin tidak terulang. amin.

  2. Betul mba. Luar biasa. Saya yang ngga ikutan, hanya bisa mantau di medsos, terharu melihat mereka bersatu. Setujuan gitu. Dan sakit hati pastinya sewaktu nemu komen atau postingan yang menyudutkan aksi itu.

  3. Betul mba. saya ngga ikutan, tapi setelah melihat mereka, rasanya terharu. Merasakan semangat mereka. Dan ketika baca komen atau postingan yang menyudutkan aksi itu, rasanya hadeeeuh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s