Mulanya Customer Lalu Seller

Standard

Pernah gak ngicip kue buatan tetangga atau teman yang ternyata wuenaak, lalu merekomendasikan ke orang lain? Atau ikut menjualkan, agar orang lain juga dapat opsi kue yang memuaskan? Saya pernah. Bab baju juga pernah. Beli kok enak dipakai, nyaman. Sekalian deh join reseller, lalu tawarin ke rekanan.

Nah, sekarang asik jualan buku pun historinya demikian. Gak ada hubungannya dengan gaji suami, ini kegemaran saya sendiri. Kebetulan jualan buku ini pas pula dengan passion saya: edukasi.

Bermula dari saya beli buku ke teman, kok apik. Anak-anak suka. Lalu ikut deh memasarkan. Biar yang lain ikut tau ada opsi bagus nih kalau butuh buku-buku. It’s like spreading the advantages to others, telling people: hei, I have some options.

Toko online yang dulu pernah dipakai jualan macam-macam, buka lagi dengan genre baru: online bookstore. Rumah Buku Albanna (facebook.com/rb.albanna ). Yang dipajang di fanpage hanya buku-buku anak. Untuk buku genre lain bisa dipesan, beberapa pernah saya posting di akun FB pribadi. Ada Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Discovery Islam, Fiqih Islam Wa Adillatuhu, Fiqh Sunnah, dll. Bisa kontan bisa arisan. Memang fan page lebih fokusnya buku-buku anak. Kalau ada kebutuhan buku-buku lain, silakan ditanyakan. Khususon kitab-kitab rujukan, yang berjilid-jilid, yang belasan kilo beratnya, insyaAllah bisa subsidi atau gratis ongkos pengiriman. Semoga bermanfaat. Hadirkan buku-buku bermutu untuk keluarga.

Dan kemarin siang hangout sama si sulung, sekalian pas ke bank print buku rekening. Uwaw! MasyaAllah. Ini buku rekening baru sekitar satu setengah tahun dibuka, eeh disuruh ganti sama mas teller. Ternyata udah penuh aja, malah gak cukup buat print out semua transaksi. Jadi print out selanjutnya disambung berlembar-lembar kertas lain. Alhamdulillah rekor bulan kemarin, lebih dari 100 paket penjualan baik paket buku retail maupun direct selling. Bagi saya yang masih olshop amatir ini, rasanya amazing.

Hampir 2 tahun ini saya menemukan keasyikan edukasi dan promosi buku-buku anak dan keluarga. Dan ini kali ketiga, dimana omzet saya dalam satu bulan melebihi gaji suami. Hihi. Meski begitu, gak pernah minat blass pakai jargon “Ayo Bu berbisnis, jadi wanita mandiri, biar gak tergantung terus sama suami.” Oh no! Bukan saya banget. Saya sendiri ilfil kalau ada yang ajak-ajak bisnis dengan gaya begitu.

Well, I wanna say a great thanks: alhamdulillah. Terimakasih ya Allah. Terimakasih juga untuk para customer RBA yang selalu tsiqoh bermuamalah dengan kami. Terimakasih para reseller, kita partner misi dan berbagi rizki. Semoga ke depannya makin maju dan berkah. Aamiin :)

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s