SELERA

Standard

Dapat kiriman gambar dari adik yang bertuliskan kalimat “Khadijah tidak tau kalau jodohnya adalah Muhammad. Yang ia tahu, Muhammad adalah jodoh yang diidamkannya.”

Inti kalimat di bait ini adalah: cobalah melamar/menawarkan, barangkali jodoh. Siapa tau idamanmu adalah jodohmu. Kalau ternyata bukan? Tengoklah kisah Salman. Saat ditolak, ia berseru takbir dan justru sahabatnya dipersilakan. ”Allahu Akbar! Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!” Masih adakah persahabatan macam ini sekarang?

♡♡♡

Mencuplik lagi sedikit tentang kisah cinta Salman, Abu Darda’, dan wanita Anshar. Jadi terpikir, kenapa wanita Anshar itu lebih memilih Abu Darda’ ya daripada Salman. Padahal Salman adalah sahabat Nabi yang sholih juga, salah satu keunggulannya dialah pencetus ide parit pada perang Khandak. Keren dan beken. Tapi toh yang dipilih adalah Abu Darda’, bukan Salman. Barangkali hikmahnya: wanita juga punya selera.

Jadi jangan baper melulu misal si dia menolak kamu. Apalagi dengan kalimat “Padahal lho aku ya sholih, aktivis, banyak hafalan, tampan juga mapan.” Si gadis yang menolak baper juga kala dibilang pilih-pilih, padahal yang datang sudah sholih-sholih. Padahal yang namanya ‘gak sreg’ itu sinyal hati. Kadang susah dicarikan definisi.

Barangkali si gadis lebih menyukai tipe lain yang karakternya lebih smooth daripada yang crunchy, yang pendiam daripada yang lantang, yang tawadhu meskipun belum banyak hafalan. Sama dengan laki-laki, masalah selera barangkali.

Bapak-bapak pun kalau cari mantu juga punya selera. Semacam Rosulullah, yang bahkan menolak pinangan sahabat sekaliber Abu Bakar dan Umar, karena ternyata pinangan Ali lah yang beliau kehendaki. Sampai-sampai mahar pun difasilitasi. Ali untuk Fatimah, memang keduanya istimewa. Masalah selera, barangkali.

Poin yang lebih penting kenapa gak usah terlalu baper adalah: dia bukan takdirmu. Maka jalannya begitu. Udah gitu aja.

Karena setiap kita punya selera. Selera itu perkara rasa. Dan rasa itu tergantung darimana asalnya.

♡♡♡

Selamat malam minggu. Semoga yang masih sendiri segera menemukan ‘takdirnya’.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s