Teman Lama ^^ Selamanya Teman

Standard

Buka-buka file foto lama, ada 5 teman yang paling banyak muncul bersamaku. Here they are…

♡♡♡

ARLIA
Anak ini perawakannya mirip denganku: tinggi, kurus, berkacamata. Sehingga kami sering disebut kembar. Temanku pertama di kampus sejak jaman ospek. Terkesan sejak awal kenal, karena anak ini akhwat banget, ceria, rapih, dan pede banget. Kalau bareng dia, isinya cerita-cerita dan ngakak aja. Dia selalu bisa membuat banyak hal jadi cerita lucu dan jadi tawa. Pernah pas seminar kami duduk paling depan dan ketawa cekikikan. Rupanya pemateri merasa ‘terganggu’ dan menegur “Itu mbaknya berdua kenapa kok ketawa terus?” Ceppp! Langsung diam. Haha

Banyak kesamaanku dengan dia. Mulai hal-hal sepele bahwa kami punya block note yang digambari separuh badan gadis berjilbab dengan mata terpejam. Cuman bedanya, gambar dia agak centil dikasih bulu mata lentik gitu. Hihi. Dan kesamaan cerita-cerita lain dari yang remeh temeh sampai yang prinsip. So surprise, kami sering berseru “Kok sama siih..?!”

Dia teman pertamaku di kampus yang menemani tangisku. Inget banget jaman ospek hari terakhir aku nangis karena gagal tes ‘sesuatu’ (ya ampyun cengeng!) dia yang menghampiri dan menenangkanku.

Suatu hari habis walimah, Bapaknya berkunjung ke rumah dan berkata kalau sudah lama sebenarnya pengen tau yang namanya Hanis, karena Arlia suka cerita. Wah, terharu. Beda sekali denganku. Aku bukan tipe yang terbuka pada orangtua. Tidak asertif lah aku ini pokoknya.

Banyak momen unforgetable bersamanya, banyak pula yang kuambil pelajaran dari dia.

♡♡♡

YANI
Waaah, anak ini lovable banget banget banget. Dia prodi psikologi dan kepribadiannya memang terapeutik sekali. Sering menjadi washilah penyelesaian masalah banyak orang. Dia dianugerahi daya pemahaman dan pemaknaan yang sangat sangat bagus.

Dia itu kecil, tapi bermanfaat besar. Seperti bintang kecil, tapi cahayanya benderang. Dia adalah orang yang banyak mengajariku memaknai sesuatu dengan brilian. Dia banyak mengajakku merenung dan menjawab pertanyaan. Khas sekali caranya berpikir dan bicara.

Aku mulai dekat dengannya saat aku down karena suatu masalah. Dia disana menemaniku, menunjukkan kesalahanku “Kira-kira itu salahmu Han. Aku juga sempat heran kenapa Hanis begitu.” Pahit rasanya dibuka jeleknya kita, tapi melegakan setelahnya. Itu adalah momen pertama dimana aku disadarkan olehnya untuk menerima bahwa aku salah, aku menyakiti orang. Aku tidak bisa menghindar kecuali harus kuat hati untuk mengaku. Setiap kita punya cela, harus diakui dan diterima. Diterima bukan untuk dipertahankan tapi diperbaiki.

Sejak saat itu kami dekat dan ‘didekatkan’ oleh rutinitas. Dia ada bersamaku menghadapi banyak rasa dan peristiwa.

Satu hal yang aku takjub dari kepribadiannya. Aku menangkap bahwa: setiap orang yang dekat dengannya merasa nyaman, merasa bahwa dirinyalah yang paling disayang. Ahhh, inget banget kisah Amr Bin Ash yang mirip ini.

♡♡♡

ANTIS dan IRNA
Sepaket mereka ini denganku, disingkat namanya menjadi: HanTizNa. Mereka teman hidup satu atap selama 4 tahun di kontrakan. Kami saling bertukar cerita, berbagi, dan hore-hore bersama. Bertengkar pasti pernah juga lah ya. Karena saat kebersamaan semakin dekat dan hijab tersingkap, yang tampak bukan hanya kelebihan tapi juga kekurangan.

Antis anak yang super kreatif, berbakat dan tertata. Dia gudangnya hal-hal unik dan nyentrik. Antistainment lah. Dia sering sekali menolongku dengan kelebihannya.

Irna anak yang riang dan ceriwis. Suka memasak macam-macam. Pas dia KKN aku sms tanya gimana kabarnya di sana, aku ingat saat itu dia menjawab: “Makin lama aku makin tau, ukhuwah kita adalah yang terindah.” Swiiit.

Kami bertiga pernah sekamar, menyulap sudut ruang tamu menjadi tempat tidur dan ruang kerja (skripsi) yang nyaman. Saat itu ruangan kami paling dekat dengan pintu rumah barangkali tandanya kami harus segera keluar berhijrah.

Meskipun nyatanya kami tidak bisa ‘keluar’ bersamaan. Antis, aku, baru kemudian Irna yang lulus sarjana. Ingat jargon rumah kontrakan kita, “Baitul Izzah sparkling house. Where ukhuwah can be fun.” Yes, we’re fun.

♡♡♡

FIDYA
Anak ini nggemesin. Tapi aku sayang. Orangnya kritis, analitis, dan idealis. Suka cerita dan membahas banyak hal dari sudut pandang paling remeh sampai yang ideologis. Lucu, bijak, seringnya koplak. Wkwkwk. Suka bertualang macam Dora.

Tetiba kami pernah tertakdir satu kosan. Dia yang paling tau betapa jijiknya aku pada “ulil”! Juga tertakdir lulus bersamaan. Innoceeent ikut pelatihan skripsi sampai 2 kali. Hihi

Dia suka tantangan dan memang layak ditantang. Dia punya nyali yang kadang di luar perkiraan. Kadang tiba-tiba dia ngeWA mengajukan pertanyaan yang sulit dijawab. Kalau gak begitu, kami ngobrol haha hihi sekedar iseng dan aku bisa ketawa ngakak sendiri baca chat nya. Lalu si Boya bertanya “Umi kenapa?” Ini dek, teman umi lucu. “Lucu kenapa?” Nah, saya bingung jawabnya. Wakaka

♡♡♡

I know, sometimes I was annoying and Im sorry. But everything in the past always taste sweet for now. A great lesson we never can go back.

♡♡♡

Kau tau siapa sahabatmu? They are people to whom you share secrets each other that you keep forever. Dan pada setiap kisah persahabatan, selalu ada ujian. Dalam rupa apapun. Katanya: tidak ada persahabatan yang sempurna, yang ada adalah orang-orang yang selalu berusaha mempertahankan persahabatannya. Itu kita ♡

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s