Ada Yang Kepo :p

Standard

Ada yang tanya bagaimana rasanya menikah tanpa jatuh cinta sebelumnya? Tanpa curhat-curhatan apalagi pacaran? Lalu setelah menikah apa bisa cinta?

Berdasarkan pengalaman sendiri nih ya. Pokoknya sebelum nikah itu belum jatuh cinta. Ya biasa aja. Seperti teman kepada teman. Kenapa mau dilamar? Ya karena hal-hal utamanya terpenuhi. Lelaki yang baik agamanya, mandiri, dan berbakti. Terutama pasal visi dan misi. Darimana taunya? Dari kesamaan afiliasi. Hal baiknya itu saja yang kutau. Itupun tidak detail. Karena setelah proposal kujawab “ya” aku tidak tanya apa-apa. Ngobrol dikit sebelum lamaran aja. SMSan kira-kira kapan tanggal nikahnya, gimana pertimbangannya, karena nanti pas lamaran kan dibahas. Udah macam syuro mau agenda apa gitu lah. Gak ada bahasan tentang perasaan, pemikiran, kesukaan, sapa-sapa, atau curhat blablabla syalala. Lewaaattt…sampai tiba hari ahad. Eh, hari akad :p

Bagaimana bisa yakin bahwa dia jodohmu? Ahh, sebenarnya yang kuyakini satu: aku menempuh jalan yang ahsan. Meski remang-remang (karena masa depan tidak bisa diterawang dan hanya sekelumit yang kutahu tentangnya), kadang gamang dan ingin menoleh ke belakang, toh aku tetap berjalan. Rasanya seperti ada yang menggandeng lengan sambil berbisik “Teruslah berjalan, kau menempuh jalan yang benar.” Karena kadang ada saja godaan menuju jalan kebaikan, biasanya itu tipuan setan.

Trus kalau nikah tanpa pacaran atau fall in love before, apa bisa cinta? Inilah misteri ilahi. Jika kau niatkan menikah dengan membangun cinta, maka Allah akan membantumu meletakkan batu bata pertama hingga terbangunnya istana rasa yang berbenteng tinggi-tinggi. Iya, berbenteng tinggi-tinggi :p

Dan siapa sangka batu pertama itu adalah saat ba’da walimah silaturahim ke ibu besannya ibu mertua (semoga bisa dipahami :p). Saat melihat dia begitu sopan, respect, dan sangat menikmati kerupuk yang disajikan. Entah kenapa saat itu aku sangat simpatik padanya. So simpel.

Lantas seiring berjalannya waktu, seperti ada sumbangan semen, batu bata, kayu, besi, cat warna warni, kaca, atap, lampu kerlap kerlip, dan pernak pernik lain untuk semakin mengokohkan dan memperindah bangunan cinta yang kau niatkan tadi.

Jadi, tidak perlu lagi ditanya apakah akhirnya jatuh cinta? Tentu saja iya.

Dan istana rasa itu, berbenteng tinggi-tinggi ^^

♡♡♡

“Ruh-ruh itu bagaikan pasukan, jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah).” Hadits.

♡♡♡

Menikah tak selalu diawali dengan jatuh cinta. Lebih dari itu, yakni komitmen sedari mula untuk menghabiskan sisa usia bersama, dalam ketaatan kepadaNya ^^

Semoga jalanmu mudah. Melangkahlah.

7 responses »

  1. Aamiin,
    mengaminkan kalimat terakhir, hihi,,

    tapi mbak, mau tanya nih, katanya kalau pria justru harus ada rasa ‘cinta’ itu dulu ya, mbak? begitukah? hehe #polos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s