Menjaga Anak Perempuannya

Standard

Saat aku usia remaja (MTs) Bapak sudah ngaji, beliau bilang “Anak perempuan jangan pakai celana. Pakai pakaian yang syar’i.”

Bapak tidak suka anak perempuan mbonceng motor ‘mbegagah’ (bonceng ala cowok). Jaman SMA aku ada bandel-bandelnya lah ya. Remaja gituh. Salah satunya pas dibonceng teman dari sekolah aku seringnya mbegagah, nanti kalau sudah dekat rumah baru ganti posisi bonceng cewek. Sampai temanku yang bernama Tanti itu hafal “Nis, kamu gak berubah posisi?” Wkwkwk. Kalau ketahuan bonceng cowok bapak bisa ngomel “Cah wedok kok mbegagah…bla…bla…” Ia mengajariku tentang menjadi perempuan (yang feminin).

Malam minggu waktunya apel, eeeh…sesat sesat! Arisan kalau aku mah. Arisan remaja karangtaruna. Bapak selalu pesan “Ojo boncengan karo cah lanang.” Ia mengajariku tentang pergaulan. Padahal tanpa dipesan aku memang tak mau dibonceng cowok. Malu.

Suatu saat setelah lulus SMA, ada pemuda usia lebih tua, yang bau-baunya tak sedap. I mean, semacam mau pedekate. Suatu waktu tetiba main ke rumah, bapak yang biasanya ramah dan supel pada siapapun, tetiba cuek, dingin seperti es batu, isyarat rasa tidak suka. Tidak menyapa, tidak mengajak ngobrol, tidak dipersilakan masuk. Rupanya beliau mencium modus anaknya mau di pedekate. Habis itu, itu cowok kapok gak datang lagi ke rumah. Horeee…!!! *Cinderela bahagia donk! Bapak semacam mengajariku untuk hati-hati pada buaya darat :p

Suatu siang pulang sekolah, nunggu jemputan bapak di pinggir jalan. Ada mas-mas asing ngajakin ngobrol. Pas bapak datang menjemput, di perjalanan beliau mewanti “Kalau didekati orang asing, dijawab yang baik. Jangan kasar. Biar orang tidak marah. Biar tidak ada masalah.” Aku tau maknanya, supaya tidak beresiko kenapa-kenapa pada anak perempuannya ini.

#anakBapak
“…Ini lho Buk, anak ini kemana-mana diantar bapaknya…” Kata seorang anak saat curhat pada ibuknya tentang aku. Aku sih taunya ini dari ibu mertua :p

Setiap diminta beli sesuatu di toko, bapak mesti pesan “Ojo neng tokone Pak ‘kae’. Akeh cah lanang nongkrong.” atau “Nek tokone Pak ‘kae’ akeh cah lanang, nang liyane ae.” Bapak mengajariku tentang rasa malu.

Aku adalah anak yang waktu kecil banyak hang out sama bapak. Maksudnya pas bapak ada urusan ke kota (Madiun) aku ikut gitu. Sering diajak mencari jalan pintas, yang di kemudian hari sepertinya ini ngaruh pada kemahiranku mengemudi motor dan menerobos jalanan (lampu merah…kadang2, wkwkwk). Setiap ke kota, bapak mesti mentraktir makan/jajan di warung (this is the main target of mine at that time, huohohoo). Tapi kalau tempat yang kami tuju ternyata ramai oleh lelaki, bapak selalu akan bilang “Rasah sido ya nduk. Akeh wong lanang.” Atau “Ayo golek liyane ae ya.” So suwiiit Bapak! Bapak begitu hanya karena satu sebab: beliau sedang membawa anak perempuannya.

Momen-momen itu dan beberapa momen lainnya terkenang sampai sekarang. Sampai pada kalimat-kalimatnya aku ingat. Saat itu aku merasa, betapa bapak sangat ingin menjagaku, menghargai dan memuliakan anak perempuannya. Di kemudian hari saat aku dewasa, aku merasainya lebih mendalam. Cara-cara simpel yang bapak tunjukkan itu terasa seperti wejangan berharga sepanjang hayat “Kamu itu berharga, Nduk. Harus pandai membawa diri.”

Pun aku kemudian merasa “Oh ya. Ada sosok laki-laki yang mencintaiku dengan sebenar-benar penjagaan.” Yang sekarang, penugasan itu telah beralih tangan kepada laki-laki lain yang kepadanya bapak melepas perwaliannya atasku.

Terimakasih Bapak :)
Semoga Allah merahmati Bapak, fiddunya wal akhiroh.

————————–
*anak perempuanmu, yang selalu tidak bisa se-asertif ini saat di depanmu*
————————–
*pesan sponsor: ambillah hikmah dan buanglah sampah pada tempatnya*

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s