Mimpi dan Kenyataannya

Standard

Beberapa tahun silam. Benih yang kutemukan, kutanam dan kurawat, kuharap ia besar di tanganku. Ternyata tidak. Dia tumbuh bahkan subur saat disentuh tangan lain.

Suatu ketika berikutnya, aku membaca tulisan seseorang di lembaran bukunya “Ujian keikhlasan: saat seseorang mendapatkan hidayah, bukan melalui dirimu.” Deg! Ia menulis kalimat itu untuk dirinya sendiri. Tapi aku ikut tersindir.

♡♡♡

Mimpi-mimpi yang kupelihara, yang aku ingin Allah memilihku menjadi washilah terjadinya, ternyata dipenuhi oleh Allah lewat orang lain. Bukan lewat aku. Maka disitu ujiannya. Tentang rasa, niat, dan laku berikutnya.

♡♡♡

*Bening, terimakasih telah mengajariku banyak hal.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s