Kalau Bisa Belajar di Rumah, Kenapa Sekolah?

Standard

Bersekolah, mendirikan sekolah, mengajar di sekolah. Urusan sekolah itu, bagi orang-orang tertentu, bukan melulu tentang sekolah itu sendiri. Tapi ini tentang urusan keumatan. Urusan dakwah. Karena misi utama urusan dakwah adalah membina umat, dan sekolah adalah salah satu washilahnya. Perbaikan umat melalui edukasi anak-anak dengan cara yang masif, ya di sekolah tempatnya.

Ada orang-orang tertentu yang cenderung underestimate pada sekolah dan mendorong para orangtua untuk homeschooling. Hanya saja di pikiran saya, iya kalau semua orangtua mampu mengemban pendidikan anak-anak mereka di rumah, barangkali tak apa semua orang menerapkan homeschooling. Lha kalau orangtua belum mumpuni? Tentu kehadiran lembaga pendidikan yang bermutu sangatlah tepat dan membantu. Pun setidaknya untuk para orangtua yang bekerja, anak-anak berada dalam pengasuhan dan pendidikan orang-orang yang tepat sampai nanti mereka pulang, kembali pada tanggung jawab pengasuhan orangtuanya. Maka kehadiran sekolah-sekolah islami nan inovatif itu tentu harus kita apresiasi.

Bagi saya, itulah pentingnya sekolah. Terlepas dari pilihan pergi sekolah formal atau homeschooling, ini hanya logoterapi saya tentang sekolah. Saya sendiri, pro dengan keduanya. Tinggal lihat dan sesuaikan saja dengan sikon kita masing-masing, kita mampu terapkan yang mana.

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s