Monthly Archives: May 2015

Cooking Class Boya

Standard

Sementara si adik lagi bobok sehingga simbok tak bisa ngikutin kakak main ke tetangga, maka nyari kegiatan biar si kakak betah di rumah. Kita bikin masak-masakan. Cooking cookies.

Pinter n asik kak Boya ngikutin step2 bikinnya. Sampai di tengah proses ngebentuk kue dia bilang “Umi, Yapa bikin obot?” Hahaa…dia kata mau bikin robot pake adonan kue. Emangnya ini plastisin. Kuiyakan saja. Toh akhirnya dibongkar umi itu robotmu. hihihi.

Pas kue udah jadi, gembira dia buru-buru mau cicip. Meskipun yah…you know lah…jgn tanya hasil eksperimenku gimana. Kan kata orang bijak tu: belajar itu jangan lihat hasilnya, tapi lihatlah prosesnya #aslinyangeles haha. But for today, enough laah…good looking and Rafa suka. Tidak boleh dibilang gagal meskipun belum layak juga dibilang berhasil.

Sejujurnya saya ini jarang lho gagal mencoba resep baru. Mau tau apa rahasianya? Hem? Sy jarang gagal karena sy jarang mencoba. hahaha. Jadi bisa dibilang sering gagalnya tiap pertama kali nyoba resep baru. Dan itu kadang bikin trauma #lebaysich :p

Itu cerita kemarin bikin cookies. Nah pagi ini tadi kami bikin cilok. Jadi sarapan cilok deh. hmmm…yummy!! suka deh.

*btw, ini ngeblog pake hape kok gak bisa insert gambar ya. hiks

Harta karun nih, save!

Standard

Oleh-Oleh Dari Seminar ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’

Oleh: thasya sugito

Ceritanya, april yang lalu, saya berkesempatan berada sepanggung dengan beberapa ibu hebat, dalam sebuah seminar parenting yang temanya adalah ‘Kekuatan Sentuhan Cinta’. Para ibu hebat itu adalah:Ibu Siti Oded (Istri wakil walikota Bandung), Bunda Ria Mulianti (Istrinya Kak Eka Wardhana-Rumah Pensil Publisher), dan Teh Ninih Muthmainnah (Istri Aa Gym).
Masya Allah…

Bunda Ria Mulianti…menceritakan pengalaman beliau dalam mendidik keempat putranya. Beliau adalah seorang yang cukup sibuk diluar rumah…karena punya amanah di Rumah Pensil Publisher , sanggar gambar rumah pensil, dan juga menggawangi creative women community.
Tapi,kesibukan beliau tidak membuat beliau lupa untuk mendidik anak-anaknya untuk mencintai dan meneladani Rasulullah dan sahabat2nya. Hasilnya…anak pertama beliau adalah anak yang sangat ingin berjihad ke palestina, bahkan di usia 12 tahun, bilang ke bundanya: “bun, aku sudah menabung…ini celengan aku, tolong izinkan aku berangkat ke palestina ya. Aku sedih melihat anak-anak palestina tidak bisa sebahagia aku disini.” Bunda Ria akhirnya mengarahkan anaknya, untuk berjihad dengan pena…anak tsb diarahkan untuk menulis buku, dan ia akhirnya menulis satu seri buku cerita anak tentang jihad dan anak2 palestina. Buku tersebut sudah habis terjual 1000exp dalam 10 hari saja!! Menurut pengalaman bunda Ria, cara paling efektif untuk mengajarkan anak nilai2 kebaikan adalah dengan cara mendongeng (selain keteladanan tentunya). Sehingga beliau tidak pernah melewatkan malam tanpa mendongengkan kisah rasul dan para sahabat kepada anak-anaknya. Mendongeng, tidak harus dengan style pendongeng yang sangat ekspresif, yang mungkin sulit kita tiru….tapi lakukanlah dengan cinta….sehingga dongeng kita akan sampai ke hatinya..
Prinsipnya, kalau anak-anak sudah mengenal Tuhannya, Rasulnya (melalui dongeng)…maka insya Allah mereka akan mencintai Allah dan RasulNya. Bukankah itu yang kita harapkan?? Anak-anak yang mencintai Allah dan RasulNya, sehingga mereka tidak akan melakukan hal yang tidak disukai oleh kekasihnya itu?
Disini, yang terpikir oleh saya adalah “duh….sudah sejauh mana saya mengenalkan Allah dan juga Shiroh kepada anak-anak? Mengenalkan mungkin sudah…tapi sudahkah saya secara konsisten berikhtiar menumbuhkan cinta mereka pada Allah dan Rasul serta para sahabat?? (hiks…tamparan pertama)’”

Lalu…Umi (Bu Siti Oded), menceritakan dahsyatnya dampak rumah cinta. Beliau menceritakan fenomena anak2 di sukabumi (kota kecil) yang 60% dari 200 anak usia remaja yg dijadikan objek penelitian, ternyata sudah melakukan hubungan seks dengan pacarnya. Astaghfirullah….astaghfirullah…..kalau di kota kecil saja begitu? Gimana kabarnya dengan anak2 kita yang hidup di kota2 besar? Tambahannya…Umi cerita, bahwa ketika berkunjung ke beberapa pesantren, lalu bertanya kepada para SANTRI tentang siapa idola mereka….rata2 jawabannya adalah para artis (lokal dan korea). Duh….apakah mereka tidak mengenal Rasulullah? Sang manusia mulia nan sejati cintanya…
Itulah sebabnya….Umi menekankan…bahwa cinta, adalah dasar dari pendidikan dalam keluarga. Hanya dengan bangunan cinta yang kokohlah, anak tidak akan keluar dari pakem yang disepakati dalam keluarga. Sehingga, kata-kata “membentengi” anak….sejatinya bukanlah membentengi secara fisik (memproteksi fisik anak dari lingkungan yang tidak baik, dll)…melainkan membangun benteng tsb dalam diri anak, sehingga tercipta resiliensi (kemampuan anak untuk selalu berada dalam pakemnya, dalam koridor yang ditetapkan menjadi nilai terbaik untuk dirinya dan keluarganya) dimanapun anak berada…dengan siapapun anak bergaul. Resiliensi ini hanya akan terkokohkan dalam diri anak, bila di rumah cintanya sudah terbangun, sehingga tidak ada tempat lain yang lebih nyaman bagi si anak, selain di rumahnya sendiri.

Berikutnya, yang selalu harus menjadi pegangan utama dalam mendidik anak, dan kembali diingatkan oleh teh Ninih: “Yaa Bunayya…Laa Tusyrik Billah”. Teteh cerita….sebelum ke hal lainnya, pastikan dulu bab ini sudah mantap. Bab ketauhidan, yang menjadi dasar dari agama islam. Sehingga, insya Allah pertanggung jawaban kita kelak akan lebih ringan.
Lalu…yang orangtua sering lupa: TAUBAT!!

Kita sering merasa anak sulit diatur…anak banyak membantah…anak tidak sesuai harapan. Lalu saat perasaan itu hadir, seringkali kita merasa, itu adalah ‘salahnya’ anak. Padahal….sejatinya, itu adalah kesalahan kita dalam mendidik. Maka,TAUBAT adalah bagian terpenting dalam proses mendidik anak. Jangan hanya banyak harapan thdp anak….tapi, perbanyak taubat, perbanyak tafakur.

Teteh cerita, bagaimana dulu Ghaza (putra ke-6 tth), adalah anak yang kerjanya main PS…gak semangat belajar….sampai harus mengenakan kacamata dengan silindris 6 karena hobinya itu. Teteh saat itu merasa berdosa….karena tidak tegas dan tidak banyak menghabiskan waktu bersama Ghaza. Lalu…saat berkesempatan umroh, teteh menangis di multazam….bertaubat…mengakui kesalahannya dalam mendidik anak, dan memohon agar Allah mengampuni. Sepulang umroh….Ghaza ditanya oleh salah seorang ustadz di DT, mau tidak Ghaza menghafal qur’an? Ghaza langsung jawab mau…tanpa ba-bi-bu. Padahal, sebelumnya….sulit sekali tth mengarahkannya. Singkat cerita….dalam waktu 6 bulan…Ghaza menyelesaikan 27 juz hafalan qur’annya….dan tuntas 30 juz hanyadalam waktu 8 bulan saja.

Sehingga, benarlah…taubat kita, adalah pembuka jalan. Ketika kita bertaubat…memohon ampunan Allah atas kefakiran ilmu kita dalam mendidik anak, Allah akan bukakan jalan.

Selain itu…mencintai anak, artinya mendoakannya dengan penuh cinta. Bukan sekedar kata-kata tak berarti….melainkan kata-kata yang lahir dari hati. Saya mempraktekkannya sejak punya anak pertama 11 tahun yang lalu….ilmu ini pun saya peroleh dari teh Ninih, waktu saya masih nyantri di DT: Setiap Sholat malam….usahakan sholat dengan rakaat 2-2-2-2-…., agar kita memiliki banyak waktu untuk mendoakan anak dan suami. Ba’da dua rakaat pertama…doakan orang tua dan suami dengan penuh cinta.

Lalu…ba’da dua rakaat kedua, doakan anak yang pertama. Ba’da dua rakaat ketiga, doakan anak yang kedua, dst….

Perhatikan….setiap kali iman kita sedang baik, cinta kita sedang penuh….anak akan menjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebaliknya….setiap kali iman kita sedang lemah….kita sedang futur, anak pun akan terasa sulit diatur, dll. Maka….penuhi diri dengan energi iman….sehingga cinta akan lahir tanpa diminta.

Anak-anak yang dibesarkan dengan cinta, insya Allah akan menjadi pribadi yang penuh cinta pula.
Dengan Cinta kita mendidik anak….dengan ilmu kita mengasuhnya….

Sungguh, berada disana bersama para ibu luar biasa ini, menyadarkan saya betapa luasnya ilmu Allah dan betapa sedikit ilmu yang sudah saya tahu dan amalkan..
Semoga bermanfaat ^_^

I wanna grow old with you

Standard

Ya Allah…panjangkan umur kami,sehatkan jiwa raga kami,baguskan amal2 kami. Ijinkan kami selalu bersama hingga renta…hingga hanya mautMU yg memisahkan.

Aku ingin beranjak tua bersamanya. Menyaksikan anak cucu kami bertumbuh dan bertambah dewasa. Mereka mandiri dan membina rumahtangga. Mungkin juga kami tak lagi seatap dengan mereka. Dan saat itu, aku ingin menghabiskan waktu dan baktiku bersama dia.

Aku ingin renta bersamanya. Saat jasad telah menua, rupa tak seindah kala muda…aku ingin pada saat itu kami masih saling cinta dan menjaga. Berjalan perlahan, berdua menghabiskan banyak waktu di dua tempat: rumah dan mushola.

Aku ingin sampai kapanpun kami setia. Hingga uban di kepala biar jadi saksinya, susah senang kami tetap bergandengan tangan. Meski berliku jalan cerita kehidupan, meski silih berganti ujian, aku ingin Engkau teguhkan hati kami untuk tetap bersama menempuh hidup ini dengan sepenuh iman.

Ya Allah…tolonglah kami, agar iman dan takwa kami kian bertambah…ibadah kami tuma’ninah…jadikan hati dan keluarga kami sakinah…rezeki mudah dan berkah…istiqomah dalam dakwah…jadikan kami hambaMu yg husnul khotimah…dan kelak kumpulkan kami di jannah. Amin :)

Mei.2015

Worth it

Standard

Umur bertambah, jasad menua. Apa2 yg berkurang dan hilang pada diri tak seberapa nilainya…saat kau menyaksikan anak2 yg kau besarkan dengan tanganmu sendiri semakin bertumbuh dan bertambah hebat.

Doesnt matter you grow old while you find them grow up :)

Ajiiib!!!

Standard

Sumber: copast cerita temen WA

——————————–

Ahad, 31 Maret 2013

Alhamdulillah, ALLAH mengizinkan saya untuk menghadiri kegiatan Jalasah Ruhiy di Masjid Darul Ma’arif, Jalan Lembah Aren, Duren Sawit, Jakarta Timur

Seperti yang tertera di sms jarkoman, pengisi jalasah ruhiy kali ini adalah Ustadzah Tri Handayani, S.Pd.I, seorang ibu yang pernah terserang penyakit kanker otak dan selalu menginspirasi, dengan tema “ISTIQOMAH DALAM DAKWAH”

Sms tersebut membuat saya begitu penasaran dan bertekad untuk datang dan mengambil pelajaran langsung dari beliau

Berikut kisah singkat beliau saat mulai terdeteksi mengidap penyakit kanker otak tsb, semoga mendatangkan banyak pelajaran bagi kita semua..

Ketika dinyatakan positif kanker otak stadium 3b, bliau lalu beberapa kali menjalani operasi, sebagai ikhtiar dari cobaan yang ALLAH berikan

Yg pertama, batok kepala bliau diangkat/docopot, kmudian cairan kanker yg ada di otaknya di sedot, tapi usaha tsb GAGAL

Kemudian, dalam rentan waktu beberap bulan operasi yg kedua dilakukan, dibuat saluran dr kepala bagian belakang, namun tetap GAGAL

Lalu, operasi yg ketiga dibuat lubang dr leher yg kemudian di dalam lehernya ditanam pipa dg diameter sekitar 7,5 cm

Bliau juga dikemo dlm proses penyembuhannya tsb..

Bliau tdk bilang hasilnya seperti apa, tp seperti pd umumnya penderita kanker pasti akan mengalami gangguan d organ tubuh lainnya

Dan ternyata benar, di indung telur kanan beliau terjangkit kanker

Hingga akhirnya indung telur bagian kanan beliau diputuskan untuk diangkat

Lalu, ternyata kemudian terdeteksi juga di indung telur kiri bliau terdapat 7 butir kanker ganas yang masing-masingnya seukurang kelengkeng

Akhirnya, kanker tsb diangkat n indung telur kiri bliau di sterilisasi

Dokter pun memvonis bliau tdk akan dpt mengandung untuk selamanya

Proses pengangkatan indung telur kanan n pensterilan indung telur kiri di lakukan saat bliau masih gadis

Dan setelah proses itu bliau tdk mengalami menstruasi lagi

Sejak 1995 bliau sudah lalu lalang berceramah di banyak tempat dengan kondisi bliau yg sperti itu, dengan penuh semangat dan keikhlasan tentunya

Mungkin itu yang kemudian menyebabkan MR bliau sangat gigih mencarikan ikhwan utk mendampingi bliau..

Ikhwan pertama&kedua, setelah diberitahukan bhw ada kemungkinan bliau tdk dpt memberikan keturunan, dengan halus akhirnya memutuskan utk mundur

Tapi MR bliau terus mencarikan ikhwan lain utk dikenalkn dg bliau…hingga akhirnya, ikhwan ketiga ini yg berprofesi sb guru komputerlah yg dg ikhlas menerima bliau apa adanya.. Ketika disampaikan bahwa kemungkinan bliau tdk dpt memberikan anak, sang ikhwan berkata, “Tidak mengapa, kan anak kita sudah bnyak” :)
Subhanallah..

Namun subhanallah…
ALLAH Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak..
Satu bulan setelah menikah, ternyata bliau dinyatakan positif HAMIL!!

Masya ALLAH, seorang wanita yg sudah diangkat n disteril indung telurnya ALLAH anugerahi kemuliaan utk mengandung, dan 9 bulan 5 hari anak bliau lahir dg normal dan sempurna

Barakallahu..

Dokter rumah sakit darmais (yg menangani kanker bliau)sangat kaget setelah mengetahui hal tsb, mana mungkin??!!

Jika ALLAH berkehendak, apa-apa yang dianggap tidak mungkin oleh manusia, akan sangat mudah bagi ALLAH untuk mewujudkannya

Lalu, satu tahun kemudian, bliau dinyatakan positif hamil LAGI

Kali ini, setelah di cek, diprediksi anak yg ada di dalam rahim bliau adalah anak kembar

Namun, setelah diperiksakan kembali ternyata kembaran calon anak yg ada di rahim bliau adalah sebongkah kanker yg menempel di pundaknya

Innalillahi…

Pilihannya ada dua:
Bliau dioperasi oral (seluruh kulit perutnya disobek) utk kemudian diangkat bongkahan kanker yg ada di dlmnya tsb
*’afwan agak lupa td detailnya seperti apa
Atau
Ditunggu sampai 9 bulan, tp resikonya adlh kmungkinan besar anak bliau akan meninggal di dlm kandungan

Beliau meminta izin agar diberikan wkt utk istikharah, krn bliau yakin ALLAH pasti kan memberikan petunjukNya..

Setelah dua hari melakukan istikharah, menangis dan memohon kekuatan kepada ALLAH dalam sujud-sujud panjangnya di sepertiga malam terakhir, akhirnya bliau mantap memutuskan utk menunggu sampai 9 bln..

Beliau tetap berdakwah seperti biasanya, semuanya bliau pasrahkan kpd ALLAH
9 bln kemudian, anugerah ALLAH kembali menghampiri bliau, anak bliau lahir dengan selamat tanpa adanya kanker sedikitpun (yg semula menempel di pundaknya ketika masih dlm kandungan)
Masya’ ALLAH

Anak bliau terlahir dg berat normal seperti anak2 bayi pada umunya, namun bongkahan kanker yg ada di dalamnya itu memiliki berat 7,5Kg, jauh melebihi berat anaknya..

Awal mula terdeteksi adanya kanker yg menyertai anak yg beliau kandung saat itu adalah bliau tdk bisa buang air selama 20 hari, coba bayangkan itu tmn2 20 hari..

Saat diperiksa, ternyata kanker yg timbuh membersamai anak bliau di dlm kandungan itu menghimpit usus besar bliau, sehingga veses yg ada di usus besar tdk dpt keluar sebagaimana biasanya..

Akhirnya dibuatlah saluran pembuangan dr pinggang sbg alternatif pengeluaran veses, jadi, kemanapun bliau pergi, saat itu bliau selalu membawa2 kantong penampung kotoran di pinggangnya

Namun bliau ridha dg kondisi tsb, karena bliau yakin akan segala ketetapan ALLAH

Setelah anak kedua bliau lahir n kanker yg ad d dlmnya berhasil dikeluarkan, maka saluran alternatif tsb pun di tutup, dan bliau sdh bs buang air besar secara normal

Tapi, pertama kali (setelah 6 bulan tdk buang air besar dr anus) bliau buang air besar, rasanya itu amat sangat sakit, seperti mengeluarkan semangka dr anus, bahkan sampai keluar darah juga..

Namun sekali lagi, bliau tetap bersyukur n bersabar serta yakin akan segala ketetapan ALLAH tsb

Dampak2 lain dr beragam penyakit yg dialami beliau adalah:

Tidak tumbuhnya rambut beliau

Tanggalnya gigi2 bliau, hingga tinggal 1 gigi saja, bahkan klo di daerah bekasi bliau dikenal dg ustadzah sugi/tugi gtu…yg artinya ustadzah satu gigi., apa bliau marah dg sebutan tsb, tentu tidak, ya memang kenyataannya seperti itu.. #katabliausambiltersenyum

Bliau pernah mengisi pengajian ibu2 di daerah Plgadung, setelah selesai dan setelah membacakan do’a, tiba2 bliau muntah darah hingga jilbabnya dipenuhi dg darah
Saat itu dg tenangnya, bliau hanya meminta panitia kegiatan utk meminjamkan bliau jilbab

Bliau tdk bisa mengendarai motor, sehingga dlm memenuhi undangan dan lain sebagainya beliau hanya naik angkot (terkecuali jika ada panitia yg memang terkadang menjemput bliau dr tempat bliau sebelumnya)
Suatu saat, ketika turun dr angkot tiba2 salah satu kakinya tak dpt digerakkan, hingga bliau #ngesot di pinggir jalan menghampiri abang tukang becak utk naik n minta diantar ke tempat tujuan

Selain rambut yg sdh tdk dpt tumbuh n gigi yg sudah tanggal..

Bliau juga mengalami gangguan pendengaran, sehingga harus ada alat bantu dengar yg dpasang di telinganya..

Dan saat ini, kondisi jantung bliau juga sdh sangat lemah, hanya berfungsi sekitar 32%-35% saja, astaghfirullah..

Namun, beragam kondisi yg mungkin bagi kita begitu menyeramkan & menyakitkan tsb, bliau lalui dg biasa2 saja, yg tentunya tetap bliau iringi dg husnuzhan kpd ALLAH Ta’ala

Keadaan bliau yg seperti itu sama sekali tdk mengurangi semangat & keistiqamahan bliau dlm berda’wah

Bliau memiliki (klo tak salah) 4 klompok halaqah dg jumlah masong2 antaa 13-15org

Bliau jg menjadi pembina 11 majelis ta’lim, menjadi pengisi kajian2 rutin kemuslimahan rohis2 beberpa (ckup banyak) perusahaan

Beliau juga seorang konsultan rumah tangga, sering mengisi kegiatan/seminar parenting, dan kini sedang menyelesaikan S2 nya di UIN Syarif Hidayatullah serta ditantang oleh profesornya untuk melanjutkan S3, dan beliau menerima tantangan tsb

Hingga aktivitas bliau full dr senin sampai ahad, ALLAHU AKBAR!!

Sungguh sungguh sungguh mengispiasi sekali bliau :’)

Dan sungguh sungguh sungguh malu, jika kita masih bermalas-malasan dalam beramal dan berda’wah dengan kondisi yang amat sangat jauh lebih baik daripada kondisi Ustadzah Tri.

———————————

maasyaAllaah…meleleh baca kisah ini. Dua poin yg paling menyentuh bagi sy:
1.sebegitu enteng dan ikhlasnya jawaban laki2 yg menerima beliau sebagai istri. lalu Allah menjadikan keajaiban untuk mereka…serupa dgn keajaiban yg Allah jadikan untuk Zakaria alaihissalam dan istri.
2.ridho dan gigihnya ibu Tri menghadapi takdir Allah. luar biasa masyaAllah. iman seperti apa yg terpatri di dadanya.
duhai engkau ibu…membaca kisahmu serasa hawa-hawa surga.

#malusemalumalunya

#LDR

Standard

1.husnudzon billah
Allah yg menjaganya. Saat sakit, Allah yg sembuhkan. Saat susah, Allah yg mengirim pertolongan. Saat lupa, Allah menjaga dari marabahaya.

2.husnudzon bihi
Telpon gak diangkat,pesan belum dibalas…mungkin sedang istirahat atau HP disilent atau masih sibuk atau gak punya pulsa atau HP ketinggalan. As u know as always.

3.telpon tiap hari

4.sering2 kirim foto, terutama foto anak2

5.keep strong
Secapek apapun fisik dan emosi, jangan menambahi bebannya dgn keluhan2. Ceritakan padanya hal2 yg membahagiakan, yg menyemangati, dan membesarkan hati.

6.mendoakan

Ya Allah tolonglah kami, agar iman dan takwa kami selalu bertambah…ibadah kami tuma’ninah…hati dan keluarga kami sakinah…rezeki mudah dan berkah…jadikan kami hambaMu yg husnul khotimah…dan kelak kumpulkan kami di jannah. Amin

Empat Tahun

Standard

Satu
Sakit dan sedihmu, peluh dan air mataku…berujung pada sebuah keputusan. Berat. Namun sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Dua
Rafa, qurrota a’yun kita.
dan semua berubah sejak negara api menyerang. Eh…
Hadirnya Rafa mengubah banyak haluan.

Tiga
Allah belum kabulkan mimpi kita, meski tinggal selangkah di depan mata. Apabila Allah menghendaki mudah sekali bagiNya membolak-balik peristiwa. Kun fayakun.

Empat
Mengenal LHI (luqman alhakim internasional) dan sosok2 keren di dalamnya, termasuk mengenal dan kehilangan Pak Rahman (Allahuyarham) adalah bagian besar dalam cerita kita.

Awal tahun dapat kado indah: lahirnya si unyu Syahid dumdum.

dan bahwa takdir esok hanya Allah yg maha tau, surprise…qodarulloh kita migrasi dari Jogja lalu LDR Ngawi-Sorong.

*menanti kejutan dan hadiah2 lain di tahun ini. berkahi ya Allah :)