Pear

Standard

Anakku mau dua. Boya mau punya adik, insyaAllah. Kami sebut si adik janin ini dengan nickname: Pear. Now 17weeks insyaAllah. Terakhir USG pas UK 13w, dia udah mbentuk kepala, tangan, kaki, gerak2 macam nonjok n nendang gitu. Trus mulet2, dari mlumah jadi murep angkat2 badan gitu. Batinku,polahe atraktif juga ni bocah, macam kakaknya aja. Padahal baru juga dia tumbuh 4,5cm, hihi..imut ya, baru sepanjang jempol tanganku dia.

Dia datang di saat aku memang mupeng pengen punya bebi. Pas magang di LHI rasanya fall in love banget liatin bebinya temen2. Dan saat2 itu juga, porsi makanku tambah dahsyat aja. Sampe temen magang bilang: mbak Hanis ini kurus, tapi makannya banyak ya. Udah makan, masih ngemil lagi, ada aja yg dimakan. hahaha *malu2 gimana gitu* Baru beberapa minggu kemudian kuketahui bahwa ternyata ada makhluk lain yg ikut makan di perutku, yaitu si Pear ini.wkwkwk

Kuhitung2 pas lah jarak Boya dengan Pear nanti 2,5tahun. HPLnya 15 Januari 2015 (16 Januari aja dunk Nak..biar kembaran sama umi *penting gak si? ) Semoga saat itu nanti,atau better sebelumnya, si Kakak Boya udah sapih. Karena sekarang belum je..

Every Pregnancy has its story. Termasuk dalam hal ujian. Kalo tentang permabukan, alhamdulillah aman. Sy gak didera morning sickness, hanya kembung sickness -,-. Nah ngobras tentang ujian saat kehamilan, ada saja deh, dan bentuknya beda2 juga. Kalo dulu jaman hamil Rafa kami diuji dgn abi yg sering sakit, berkali2 berurusan dgn ICU, opname, check up, obat, dan ujian mental lainnya. Yg ini trjadi berkali2 di rentang usia kehamilanku muda sampai tua, bahkan mendekati lahiran juga abinya sakit lagi. Subhanallah pokoknya. Cukup menguras energi dan emosiku saat hamil Rafa. Hingga sempat terbersit khawatirku, jika beban emosiku membekas pada anakku..khawatir ia jadi anak pemurung atau gimana. Alhamdulillah not at all. Rafa adalah anak yg ceria bahagia, murah senyum, tidak rewelan, tidak penakut, tidak nangisan. Tak ada bekas trauma.

Sedangkan saat hamil Pear ini, ujiannya beda lagi. Mau dibilang ujian berat, tapi alhamdulillah masih banyak yg bisa disyukuri. Yg jelas, Ramadhan tahun ini dan tahun kemarin tema untukku masih sama. Tentang kerelaan kehilangan salah satu mimpiku, atau mungkin tertunda. Wallahua’lam. Lalu, yg jelas lagi, just believe tiap anak itu tertakdir dgn jatah rezekinya. Alhamdulillah juga Allah menganugerahi kehamilan yg kuat, karena petualangan saat hamil Rafa dan Pear, sama2 wonderful juga.

Well, akhirnya tak boleh lepas berdoa mohon anugerahi kami sabar dan syukur yg tak putus2 ya Allah..amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s