Biasanya, dakwah yang menghibur kami

Standard

Adalah satu hal yang sama antara aku dan dia. Saat kami harus menemui takdir yang sebenarnya tidak kami ingini, biasanya dalam situasi begitu, dakwah yg menghibur kami.

Dulu, saat pertama mengetahui dia harus pergi ke ujung negri, berada jauh dari kampung halaman dan orang2 tercinta, membentang jarak gunung dan samudra, membakti diri pada negara, menunaikan tugas yg sebenarnya jauh dari passion-nya. Saat2 itu yang menghiburnya adalah kalimat bahwa: “Di tanah manapun kita berpijak, itu bumi Allah juga. Ladang amal dan dakwah kita. Niatkan semuanya untuk ibadah.” Alhamdulillah, benar Allah mempertemukannya dengan banyak kebaikan. Temanya dakwah tentu. Dia mendapatkan teman2 dan guru2 yang sholih, keren, inspiratif. Dia temukan ‘onta2 merah’ yang investatif, menyibukkan diri dengan melahap puluhan buku, aktif dalam kegiatan dan memimpin perhimpunan. Dakwah yang menghiburnya. Bukan koleksi gadget, bukan tumpukan uang, bukan hangout karaoke-an seperti pelampiasan beberapa orang. Allah menghadirkan nuansa2 dakwah untuk menguatkannya agar sabar bertahan dalam perantauan, menentramkan hatinya di tengah semrawut dan sumpeknya hiruk pikuk duniawi yang harus dia tekuni.

Begitupun aku. Dulu, awal semester 1 kuliah di prodi BK, bad mood saja rasanya. Sudah berazzam juga ingin pindah jurusan yg aku mau -karena dulu BK adalah opsi terakhir pas SPMB. Tapi sejalan dengan waktu, ada hal spesial yg menawanku: dakwah dan ukhuwah. Aku mencintai organisasi dakwah di jurusan dan fakultasku, dan mencintai orang2nya. Lalu setelah open mind tentang BK, lama2 aku menyadari ini adalah jurusan yg sangat pas untukku, banyak berpengaruh terhadap progres diriku. Maka betahlah aku di sana (nyampe 5taun je.. :p), mendalami jurusanku dan menekuni aktivitas LDK di jurusan dan fakultas.

Lalu sekarang apa? Sekarang, jikapun aku menangis karena gagal mendapatkan kesempatan yang aku cita2kan, maka sebenarnya hati kecilku sudah bisa berujar,”Gakpapa Han, dulu juga kamu nangis2..dulu kamu kehilangan beberapa hal yg kamu inginkan, dan ternyata Allah lah yg menjelaskan kemudian, kenapa kamu dipilihkan yang itu. Allah akan hadirkan penghibur hati yg menentramkan.” dan biasanya itu adalah tentang dakwah. Passion itu yg rasanya membuat hidup tambah semangat, tambah optimis dan husnudzon. Semisal contohnya gini. Aku sebenarnya ingin bermasa depan di Jogja, membangun mimpi dan lifemap di sana. Tapi bagaimana jika ternyata besok, bulan depan, atau taun depan Allah mentakdirkan kami di kota/tempat yg tak kuharapkan? Pasti ada rasa segan untuk berpindah haluan, mengubah urutan mimpi atau bahkan menghapusnya sama sekali. That’s a pity u know..melepas mimpi itu pedih sekali. Inilah yg kubilang dakwah yg menghibur kami. Satu hal yg insyaALLAH mampu menyemangati kami untuk survive: plan dakwah. Sekarang pun, meski belum kami tau pasti takdir kami, kami sudah membuat rencana2 jika ternyata harus mengubah haluan. Menata ulang urutan cita2, mempersiapkan anak2 tangga menuju mimpi2 kami.

Inilah hidup. Saat mimpimu harus berubah karena takdir Allah, ikhlaslah. Mmm..at least nikmatilah prosesnya menuju ikhlas. Toh masuk surga itu banyak jalannya. Jadi jangan terlampau sedih saat salah satu dari mimpi2mu hilang. Seperti cerita yg lalu2, biasanya Allah akan datangkan penghibur hati yg menentramkanmu. dan biasanya itu adalah tentang dakwah. Sungguh, nikmat Allah itu luas :’)
*seka air mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s