Ajari Anak Membela Diri

Standard

Tambah 1 poin plus dalam hal sosialisasinya.Mulai hari ini gadis kecil ‘istimewa’ itu sudah bisa membela diri saat digoda/diejek teman2nya.Kemarin2,sering sekali teman2nya mengejeknya,”Ayaaam..kamu ayam ya?” dia selalu menjawab,”Ya, ayam.Very good” dengan mengacungkan dua jempol tangannya.Kata2 itu juga teman2nya yg mengajari.Mulanya karena dia kurang jelas untuk mengeja huruf R,maka kalau menyebut namanya yg terdengar seperti ‘Mayam’.Sehingga teman2nya menjadikan lelucon Ayam..ayam.Dengan begitu,tertawa puaslah teman2nya yg mengejek.Puas mengerjai dan menjadikan lelucon anak itu.Anak autis yang lugu.

Meskipun dia bukan anakku,sebel juga rasanya dia dipermainkan begitu.Mentang2 anak itu punya kekurangan tidak lantas jadi lelucon begitu tiap hari.Lantas hari ini pelajaran bela diri sukses dia terapkan.Kuajari dia berkata,”Bukan.”sambil memberi isyarat tangan pada teman2nya.Walhasil, saat teman2nya menggodai: kamu ayam? Dia tegas menepis:bukan! Eh dasar bocah cilik,teman2nya jadi ganti pertanyaan usil: Kamu bebek?Kamu kucing?Hhh..-,- Untunglah alhamdulillah dia faham untuk menjawab dengan tegas”Bukan. Bukan. Bukan.” Jadinya,teman2 yg menggoda nyengir,yg dalam bahasa Jawa istilahnya ‘kisinan’ alias ‘kecele’ hahaha. Ada juga beberapa yg protes kepadaku,”Ah..gara2 miss,sich.Ahh..ajarannya miss sich.” dan lain2. Aku yg ganti senyum2 puas ke mereka yg protes,”Bagus ituuuh..” ehee.Lama2 teman2nya ogah2an mengejek lagi.Gak seru dan gak lucu,pikir mereka, ehehe.

Well,aku jadi ingat tentang pelajaran penting parenting,bahwa kita harus mengajari anak membela diri sejak dini. Karena memang perilaku bullying itu rentan sekali terjadi dalam pergaulan anak2. Macam2 bentuknya,mulai dari mengejek,mengancam,membentak,mengucilkan,merebut,sampai memukul dan lain2 bisa dalam bentuk verbal maupun nonverbal.Yg harus kita usahakan untuk anak2 kita adalah: pertama,jangan sampai anak2 kita menjadi pelaku bullying,na’udzubillah. Kedua,tentu saja jangan sampai anak2 kita menjadi korban bullying yg tak berdaya.Maka,mereka harus kita ajari teknik bela diri. Pake teknik apa donk?Silat?Karate?Kungfu?hehe

Jadi kalo mengintip kutipan buku Perfect Parenting dari Elizabeth Pantley,bahwa cara mengajari anak untuk menghadapi bullying antara lain seperti ini:
Pertama,sang anak disarankan untuk menghindar dari si bully dengan menjauhi tempat2 di mana si bully biasa mangkal,atau bermain dalam kelompok (karena biasanya bully pun segan menghadapi beberapa anak sekaligus).Kedua,menghentikan bullying dengan sikap asertif.Ketiga,melaporkan pada orang dewasa jika bullying terus berlanjut dan mereka tidak mampu menghentikannya sendiri.Untuk mengajari anak bagaimana bersikap asertif,buku itu menyarankan kita berlatih role play dengan si anak untuk mengatasi the bully.Intinya,si anak harus berani menghentikan perbuatan nakal tersebut dengan bersikap percaya diri,berkata dengan tegas pada si bully ‘STOP’ atau ‘Leave me alone!’ atau ‘Jangan Nakal!’. Menurut buku tersebut,biasanya the bully akan kaget dengan reaksi yang tak disangka.Logikanya,seorang ‘penyerang’ mengharapkan korbannya untuk menangis atau membalas.Ketegasan dan autoritas ‘seorang korban’ akan memberi semacam shock terapy yang membuat si anak yg membully berhenti,bahkan menaruh respek.Nice tips ini dapat dari theurbanmama.com :D

Pernah baca juga artikel di grup,tapi aku lupa grup yg mana (kebanyakan grup :|) dan nyari2 gak ketemu lagi,tentang bagaimana mengajari anak membela diri.intinya adalah dengan ‘melawan’ secara positif.misalnya berani bilang tidak suka atau menolak perlakuan teman yang kasar.Misal,”Jangan begitu,itu sakit.” Kemudian jika si anak masih menyerang,si korban boleh menepis misalnya dengan tangan,mengibaskan,atau mendorong pelaku yg hendak menyerang. Bukan mengajari anak balas dendam,tapi mengajarinya berani membela kebenaran dan membasmi kejahatan, macam ninja Hattori,jehehe. Jadi tidak hanya kita terus menerus mendorong anak untuk bersikap baik dan manis pada teman,tapi juga diajari jika ada teman yang menyakiti,agar ia bersikap tegas dan berani.So,it’s balance.

Lain2 tips tentang bullying bisa dibaca disini dokteranakku.net/articles/2011/08/tips-menghadapi-bullying.html

Ahh,aku jadi sudah membayangkan kalau Rafa nanti dah besar atau sekolah akan kuajari dia dengan petuah begini,”Sayangku Rafa, bersikaplah baik pada semua orang.Sayangi dan hargai semua teman,apapun kekurangan dan kelebihannya. Jangan menyakiti,merusak,atau merugikan orang lain, karena itu dzolim namanya. Allah tidak suka. Jika kau berbuat khilaf,bersegeralah minta maaf.Jika kau lihat temanmu menyakiti,merusak,atau merugikan,ingatkan dia, jadilah pembela. Karena kata Rosul,cegahlah kemunkaran, dengan tangan dan lisan,baru jika tak mampu,cukup diam dan doakan.Jika ada teman yang menyakitimu,cegahlah,beranilah membela diri dan nasehati,agar ia jera.Serta jadilah kau anak yg pemaaf dan baik hati.Sesungguhnya orang yg akhlaknya mulia itu, akan dekat dengan Rosululloh nanti di surga.amin.” huhuuu…co cwiiitt :p

ehe…ehe…ayo kita lanjut ngobrasnya.Nah,kalau anak masih bayi,belum bisa ngomong atau membela diri gimana cara ngajarinya?Kalau aku biasanya kalau Rafa dipukul teman yg lebih besar,aku akan bertindak sebagai dubber alias pura2nya yg ngomong Rafa,kukatakan perlahan ke anak yg mukul “Tidak begitu mas Fulan/mbk Fulanah,yang baik yaa.. kan sakit kalau dipukul.Okey?”Harapannya,dengan kucontohkan kalimat tu bisa melatih Rafa agar dapat asertif kelak.

Fine,thats all sharing sonten meniko^^
~jogja.20.09.2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s