Setiap Anak Terlahir Istimewa

Standard

Kamu cantik, nak. Cantikmu bahkan lebih cantik dari teman2mu. Seandainya tak mengenalmu lebih dekat, pasti tampak tak ada apa2 denganmu, kau tampak baik2 saja, seperti anak2 lain sebayamu.

Baru akan tampak sesuatu yg ganjil, saat panggilan atau sapaan orang tak kau sahut apalagi kau tengok. Saat orang mengajakmu bicara dan kau diam tanpa jawab, tanpa expresi, tanpa tatapan mata. Saat pengajarmu harus mengulangi instruksi untukmu, mengulangi pembicaraan agar kau menjawab. Saat yg lain asyik belajar dan bermain bersama, tapi kau malah sibuk sendiri dengan duniamu, dengan pilihan kegemaranmu. Saat kau tak bisa diam, semaumu sendiri, sulit diminta konsentrasi. Saat kau tak mampu menyampaikan keinginanmu dengan jelas. Barulah tampak ada yg lain, ada yg khusus, ada yg istimewa darimu.

Menemanimu menjadi pelajaran tersendiri bagiku, ada rasa sayang dan kagum tersendiri untukmu. Mendapati bahwa ternyata di sela ‘keunikanmu’, kau sangat hebat, mandiri, pintar, tertib, rapi, care, kreatif, perfectionist juga.

Kamu pintar, nak…sangat pintar. Hebat, untuk ukuranmu. Caramu memahami, caramu mengingat, caramu mengeja, caramu menggambar, caramu menjawab, caramu meniru, caramu ingin tau. Baru tiga hari aku mengenalmu dan telah banyak kulihat kelebihan2mu di sela kekuranganmu. Bahkan aku mengagumi gambar2mu. Yang disana tak pernah ada goresan2 yg menyiratkan duka, luka, murka, atau trauma. Selalu gambar penuh ceria, selalu goresan2 senyum atau tawa lebar. Selalu komposisi grafis yang manis dan harmonis kau lukis. Mungkin adalah cerminan batinmu yg damai, pikiranmu yg konstruktif, dan imajimu yg atraktif. Salah satunya saat kau gambar dua sosok (mirip) manusia. Satunya tinggi, wanita, mata terpejam dan bibir tersenyum manis. Tampak sabar dan tenang expresinya. Satunya kecil, tersenyum lebar expresinya. Saat kutanya, kau bilang itu ibu dan kau. Manis sekali. Pasti ibumu sosok yg sabar padamu.

Ada rasa sayang dan kagum tersendiri padamu. Ada sesuatu yg ingin kuusahakan untukmu. Bahwa aku ingin kau baik2 saja, aku ingin kau tumbuh dan berkembang hebat! Pasti bisa. Kau hebat, nak. Aku yakin kau akan gemilang dengan bakatmu kelak, pun dengan keunikan yg kau punya.

Kalau tak ingat kau membutuhkanku, rasanya aku tak begitu berselera berlama2 di sekitar mereka, orang2 itu. Rasanya tempat itu tak seramah dulu, saat aku pernah belajar disitu. Tapi membersamaimu menjadi keistimewaan tersendiri, dimana aku mendapat banyak pelajaran untuk bersyukur pada Allah atas segala pemberianNYA, dan tentu saja mengagumi ciptaanNYA. Kau, salah satunya. Selainmu, ada dia, dia, dan dia-dia lainnya. Yang juga istimewa. Seandainya aku punya banyak waktu lebih, ingin kurangkul serta. Namun sepertinya aku tak bisa lama membersamaimu, pun tak banyak yg bisa kuberikan padamu, apalagi untuk merangkul mereka. Tapi insyaALLAH aku akan ingat2 untuk menyematkan doa untukmu dan mereka, agar kelak kalian jadi anak hebat yg bermanfaat, membawa kebaikan dunia akhirat. Karena kalian adalah ciptaanNYA yg istimewa.

*Gadis kecil yg menginspirasi, yg namanya sama dengan nama surat alqur’an favoritku :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s