Daily Archives: July 3, 2013

Masih Saja Sama

Standard

Telah terjeda beberapa lama, namun kudapati dia tidak banyak berubah. Kebaikannya, yg kumaksud. Dalam pandanganku. Karena apa yg luput dari inderaku tentu saja tak bisa kunilai. Yang kutangkap tentu apa yang kudengar dan lihat. Dan itu cukup membuatku bergumam lirih: dia tidak berubah, masih saja sama.

Dia yg selalu berpikir lebih dari yg lain, dia yg selalu punya daya peka dan peduli lebih dari yg lain, dia yg selalu berinisiatif lebih dulu. Yang membuatku tetap saja terpesona pada akhlaknya adalah: bahkan pada hal2 sepele, kebaikan kecil pun dia begitu care, dia istimewakan sesuatu yang remeh. Dari sekian orang lainnya, hanya dia yg punya ide untuk sedemikian peduli. Cuma perhatian sederhana sebenarnya, bukan juga kepadaku. Tapi itu cukup membuatku tetap mengaguminya.

Dia tidak berubah. Masih saja istimewa. Maka kami pun, tak berubah mengistimewakanmu, dan mendoakanmu semoga senantiasa dijaga oleh Allah dengan sebaik2 penjagaan, dijadikan baik segala urusan, dijodohkan dengan sosok yg baik pula.

~aku dan bening, saat mengenangmu..kawan :)

Rafa itu…suka men-cilukba orang

Standard

Ini adalah salah satu kebiasaan ramah anakku: ngliling orang. Sejak kecil (sekarang masih kecil juga sich) dia suka menyapa orang dengan tersenyum bahkan sebelum orang tersebut menyapanya. Jadi bikin orang gemes sama dia. Kata orang Jawa: bocah sumeh, grapyak, atau murah senyum dan ramah bahasa indonesianya. Tapi tak jarang juga sapaannya bertepuk sebelah tangan. Pas dia sudah senyum2 manis, saat itu belum punya gigi, eh orang yg dia pandang tidak menggubrisnya. hi3. Tapi nyatanya dia tak pernah jera.

Semakin besar ini, Rafa makin ada2 saja polahnya. Suka main cilukba ngliling abi dan uminya. Misalnya dia tutupi wajahnya pakai kelambu atau kain, lalu dibuka sambil bilang ‘Baaa…’ sembari menunjukkan senyum tembem dan giginya yg lucu. Lebih menggemaskan lagi karena Rafa juga suka men-cilukba orang yg tidak dikenal. Seperti kemarin di kereta, saat berjalan mencari nomor tempat duduk di dalam kereta, tiba2 Rafa yg sedang kugendong memajukan badannya dan menarik2 lengan baju mbak2 yg di depanku. Mungkin mbaknya kaget juga, kemudian si mbak menoleh ke belakang dan Rafa langsung senyum lebar sambil bilang ‘Baaaa…’ ya Allah, sontak aku dan si mbak pun ketawa. Akhirnya si mbak tadi ngudang Rafa sambil jalan cari kursi.ha3. Begitupun cerita serupa di dalam kereta, dia sering tiba2 menyapa orang2 dengan cilukba-nya, senyum ganteng plus pamer 6 giginya, kemudian dia ketawa2 nyengir sambil tepuk tangan riang. Hmmmh, anakku subhanallah. Hati siapa yg tak terpesona disapa bocah unyu begini.. :)