Monthly Archives: July 2013

Si Kecil yang Ngotot Minta “Sahur”

Standard

Anaknya sodaraku, umurnya baru sekitar 17 bulan. Setiap sahur dia ikutan bangun. Tapiii…setiap sahur itu juga dia mesti nangis gero2. Dia minta ‘sahur’.

Kan di daerahku biasanya ada bapak2 yg tiap malam bertugas membangunkan sahur orang2, dengan berseru “sahur…sahur…” lewat mikrofon masjid. Nah, si bocah kecil itu mengira itu suara semacam penjual makanan, dan mengira ‘sahur’ itu semacam makanan yg bisa dibeli. Maka dia menangis minta ‘sahur’ itu. Dibujuk apa2 gak mau, diberi makanan apapun gak mau, dia hanya pengen ‘sahur’ itu.

Oalah bocah, bocah…dipikir semacam penjual bakso keliling gitu apa ya.

gyahahaaa,,ngakak beud

Him

Standard

Someone behind me. Seseorang yg selalu mendukung perkembanganku, yg menyemangatiku untuk terus belajar, yg menarik2ku agar tak malas membaca.

Seseorang yg mengajariku sebelum aku berangkat mengajar, yg memantapkan bekalku sebelum aku menyampaikan, yg menerjemahkan kerumitan2ku menjadi pemahaman yg mudah kucerna, serta membantuku merumuskan ide2ku.

Seseorang yg selalu mencegahku untuk cari2 alasan tidak maju, menguatkanku saat aku ogah2an berangkat, mendampingiku saat aku malas beranjak, dan membesarkan hatiku agar berani, agar aku tak takut, yg selalu berkata “ayo, kamu bisa!”.

Seseorang yg akan sedih jika aku marah, yg akan teriris saat aku menangis, yg akan marah jika aku melampaui batas, yg mengganjal hatinya jika aku bermuka masam, yg akan bahagia bila aku tersenyum.

Seseorang, yg bila aku telah keterlaluan, marahnya adalah peringatan. Marahnya yg kemudian menjadi penyesalanku mendalam, menyesal kenapa aku sampai keterlaluan.

Seseorang yg paling sabar yg pernah kutemui dalam hidupku, yg paling legowo yg pernah kumiliki. Bahkan kubayangkan jika aku menjadi dia, mungkin tak akan sesabar itu.

Seseorang yg bersamanya aku semakin banyak belajar, di sisinya aku bertambah bahagia, dalam penjagaannya aku merasa tentram, dan menjalani detik2 hidup ini bersamanya membuatku semakin bersyukur pada Allah yg telah menyatukanku dengannya.

Seseorang, yg melaluinya Allah mengantarkan banyak kebaikan2, yg kehadirannya menyempurnakan separuh agamaku.

It’s him. My husband :’)

19.juli.2013

Begitulah ibu :)

Standard

Baru selesai sholat, baru juga menengadah tangan, si bayi bangun dan merengek. Tak jadi lah doa dilanjut, apalagi sholat sunnah, pun tak sempat berlama2 untuk dzikir panjang. Ganti meraih si bayi.

Kadang, belum juga salam mengakhiri sholat, si bayi rewel menangis. Jadilah sholat dipercepat, seusainya langsung menangani si bayi, tanpa sempat tengadah tangan berdoa.

Suatu ketika, baru juga takbiratul ihram memulai sholat, si bayi menangis pula tak mau ditinggal. Maka dibatalkanlah sholat, digendong sang bayi sembari sholat. Atau ditunda hingga si bayi tenang.

Wudhu pun, berkejaran dengan waktu, khawatir kalau2 si bayi lincah yg baru belajar duduk atau merangkak tiba2 bergerak kesana kemari dan jatuh.

Begitulah ibu. Banyak urusannya terjeda oleh prioritas menangani si bayi lucu, termasuk urusan ibadah. Kadang berpikir, tak lagi bisa jenak sejenak dulu untuk berlama2 terpekur sholat, berdoa, atau berdzikir. Kecuali saat si bayi tidur lelap lapp. Padahal banyak daftar permohonan yg ingin terlampir dalam doa2.

Tapi kemudian merenung-renung… Untunglah Allah itu Maha Baik memberikan kita banyak kesempatan untuk berdoa. Bahwa waktu2 pengabulan doa yg mustajab tak hanya selepas sholat. Tapi juga saat2 setelah adzan sebelum iqomat, saat malam hari/ sepertiga malam, saat turun hujan, saat mendengar ayam berkokok, saat hari Jum’at, saat safar, saat berbuka puasa. Bahkan setiap saat kita berdoa, sambil ngeloni atau momong anak, bisa2 saja. Bahkan di tengah kerepotan2 ibu, Allah mengistimewakannya, bahwa doa2 seorang ibu itu tak terhijab. Maka menjadi keberuntungan lah bagi ibu, untuk berdoa kapanpun ia mau, kapanpun ia sempat. Berdoalah kapanpun kita ingat deretan permohonan kita. Begitulah ibu :)

Ramadhan dimulai…

Standard

Adzan maghrib berkumandang, hitungan Ramadhan dimulai.
Termasuk hitungan poin plus2 pahala di bulan ini, dimulai :)

Selalu ada yg special di Ramadhan, selalu ada yg istimewa dan luar biasa dalam banyak hal. Sepertinya di bulan Ramadhan, hawa2 surga makin dekat saja, nuansa2 khusyu’ semakin terasa, aura2 sholih makin terlihat, suasana2 islami lebih mencuat, bau2 masakan sedap juga makin tajam tercium mengundang para FPI (Front Pemburu Ifthor,huehee) untuk menjelajahinya. Kubayangkan, mungkin gambaran Islam berjaya itu salah satunya seperti pada saat Ramadhan begini, dimana shaf shalat di masjid selalu penuh, dengung tilawah Alqur’an terlantun, para muslimin berduyun2 meramaikan masjid, memenuhi kotak infak, berlomba dalam amal sholih. Itulah salah satu alasan kenapa Ramadhan selalu dinanti, selalu dirindukan. Selalu syahdu, selalu mendalam. Dan kami pun bersyukur sedalam2nya, dipertemukan kembali dengan bulan ini.

Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga Allah menjadikan kita hamba2 yg semakin bertakwa.amin

*salam Ramadhan dari kami,
hanis,fachri,rafa :D

BLW in my view is…

Standard

To give u a chance and a challenge to explore the pure taste and textures,
to encourage u the real process u’ll face later,
to train u having best attitude and manner in the future,
to teach u how to be independent,
to experience u naturally,
to make u understand and having awareness to do happily.
For all that reason we chose this way.
and for all messy u made..that’s okay..we do love and proud of every single way u learn, Son :)

~BLW,we find so many advantages of this way

Masih Saja Sama

Standard

Telah terjeda beberapa lama, namun kudapati dia tidak banyak berubah. Kebaikannya, yg kumaksud. Dalam pandanganku. Karena apa yg luput dari inderaku tentu saja tak bisa kunilai. Yang kutangkap tentu apa yang kudengar dan lihat. Dan itu cukup membuatku bergumam lirih: dia tidak berubah, masih saja sama.

Dia yg selalu berpikir lebih dari yg lain, dia yg selalu punya daya peka dan peduli lebih dari yg lain, dia yg selalu berinisiatif lebih dulu. Yang membuatku tetap saja terpesona pada akhlaknya adalah: bahkan pada hal2 sepele, kebaikan kecil pun dia begitu care, dia istimewakan sesuatu yang remeh. Dari sekian orang lainnya, hanya dia yg punya ide untuk sedemikian peduli. Cuma perhatian sederhana sebenarnya, bukan juga kepadaku. Tapi itu cukup membuatku tetap mengaguminya.

Dia tidak berubah. Masih saja istimewa. Maka kami pun, tak berubah mengistimewakanmu, dan mendoakanmu semoga senantiasa dijaga oleh Allah dengan sebaik2 penjagaan, dijadikan baik segala urusan, dijodohkan dengan sosok yg baik pula.

~aku dan bening, saat mengenangmu..kawan :)