Daily Archives: June 25, 2013

Cara Ibuku mengajak Anak-anak meramaikan mushola

Standard

Adalah keprihatinan tersendiri bagi bapak dan ibuku mendapati bahwa generasi muda di desa terutama di RT kami sangat kurang partisipasinya untuk meramaikan masjid/mushola. Sangat sedikit yang mau istiqomah sholat jama’ah lima waktu, belum lagi perkara adzan dan iqomah, kebanyakan mengandalkan satu dua orang saja. Padahal kelak nantinya mereka juga yang akan menjadi generasi penerus, termasuk menghidupkan mushola.

kartun-masjid-dr-cybermq

Gemas dengan kondisi yang ada, akhirnya ibuku membuat sebuah inisiatif. Pada saat bulan Rojab, ibuku mengambil momen Isra’ Mi’raj untuk mengadakan pengajian special, bukan untuk memperingati Isra’ Mi’raj, hanya saja mengambil momennya untuk me-launching sebuah program. Di arisan PKK ibu-ibu dan anak-anaknya diundang, diadakan semacam acara pengajian special dengan menghadirkan hadrahnya emak-emak (hihihii) kemudian ada tausyiyah dari ibu dan kejutan doorprize untuk tiga anak yang paling aktif ke mushola. Di acara tersebut beliau memberi tausiyah terutama tentang motivasi agar anak-anak bersemangat meramaikan mushola, dan para orangtua juga memberi tauladan dan memberi dukungan. Kemudian beliau melaunching sebuah program untuk anak-anak yang rata2 usia SD dan SMP di RT kami, yaitu: arisan anak.

Jadi acaranya tiap malam minggu mereka (sekitar 20an anak) berkumpul di mushola, dibentuk penugasan bergilir antara lain: MC, tilawah, sari tilawah, kemudian materi tentang adab sehari2, cinta mushola, dan lain2 dari ibuku atau Bupuh Yah, tetangga depan rumah yang sama2 guru agama. Lalu arisan. Alhamdulillah, mushola jadi rame sekali, anak2 pada gembira, apalagi dapat arisan. Sejak itu, anak2 mulai semangat sholat jamaah dan adzan di mushola. Anak2 yang tidak pernah ke mushola setelah diberi penugasan (jadi MC atau ngaji) jadi semangat untuk hadir. Ide yang sederhana, namun sangat inspiratif dan motivatif menumbuhkan kesadaran anak2 untuk cinta mushola.

What a smart idea, that’s my mom, smart mom :’)
*this is it, tarbiyah

K-mie di Jogja

Standard

Saya bukan K-pop lovers, hanya saja malam itu pengen nyobain mie korea deket rumah, Kotagede, Jogja. Ancer-ancernya, kalau dari arah Warungboto ke selatan terus, sampai ketemu perempatan lampu merah jalan gambiran, pas pojok kiri jalan disitu warung K-mie.

Desain warungnya cukup simple tapi elegan, dan bernuansa korea gitu. Menunya diberi nama dengan grup band-grup band korea semacam SNSD mie, DBSK mie, dll. Porsinya ada dua macam: super junior dan big bang, dengan harga kisaran 7000 sampai 13.000. Kemarin kami nyoba yang rasa Hot Spicy dan Black Pepper, ternyata yang Black Pepeer (pilihan suami) lebih enak., aroma dan rasa blackpepper nya krasa banget. Mak nyusss tenan! Memang, dia selalu tepat memilih… *termasuk memilihku, wkwkwk*

Ini dia K-mie…

k-mie jogjaTapi fotonya kurang keren, heheeh.

Na yang ini, artis K-mie nya lagi begaya. eheheehhhh…

artis k mie

Recommended SIOMAY di Madiun

Standard

Ini dia, siomay favorit saya! Sejak si bapak muda penjualnya baru berdagang dengan gerobak kecilnya di pojokan perempatan jalan serayu sampai beliau bisa punya warung sendiri dan buka cabang, sejak aku masih berseragam putih abu-abu, sampai sekarang menikah dan punya satu putra (mungkin juga sampai beranak-cucu nanti? hihii), sejak harganya 4000an (seingatku) sampai sekarang harganya 8000 rupiah, sejak si bapak ikhwan muda alim masih single sampai beliau punya istri (istrinya bercadar lhoooh, hehe) dan 2 anak (atau sudah nambah ya? kemarin tak keliatan) and this is still the most delicious siomay I ever taste. Sejak kuliah sampai sekarang, kalau mudik selalu kuagendakan ke siomay ini, sampai bapaknya hafal, hihi. Hummmm…yummy!

SOMAY

Dulu saat SMA tiap sabtu aku badminton di serayu timur, dan suatu ketika penasaran sama bapak muda penjual siomay ini yang saat aku lewat sering terlihat menunduk seperti menekuri sebuah bacaan. Barulah aku tau saat mendekati si bapak muda untuk membeli siomay, ternyata menunduk membaca buku kecil bertuliskan Al ma’tsurat. Oh…subhanallah, terpesona deh sama si bapak alim yang menunggui dagangannya sambil berdzikir.

Setelah mencoba sekali, ternyata enyakk! Jadilah keterusan kalau pengen jajan siomay larinya kesitu. Selain karena enak, bersih, insyaAllah penjualnya pun amanah, dan gokil ramah juga. Adik, ibu, dan suami saya pun setuju itu siomay enyakk banget. Kalau kamu main2 ke madiun, coba deh. Alamatnya aku lupa, tapi ancer2nya gini: dari perempatan jalan serayu itu ke barat, ada perempatan lagi masih ke barat, sekitar seratus meter kanan jalan ada warung bertuliskan “SIOMAY THOYIBAH”. Sekarang harganya 8000rupiah, dulu aku dan adikku sering tidak habis atau kekenyangan pol satu porsi. Tapi sekarang kok seringnya habis ya. Ini karena porsinya yang agak berkurang atau mungkin kapasitas perut saya yang semakin melar? wahahaa…sepertinya opsi kedua yang benar.wkwkwk. Menu utama di warung itu adalah siomay, selainnya ada es pisang ijo, es teh, es jeruk, dan softdrinks.

Selamat mencoba! (^0^)/