Berdandan, Berhijab

Standard

Kemarin beberes meja kamar, termasuk keranjang kecil isi perabot make up. Kutengok satu per satu, ternyata sudah banyak yg expired. Padahal rata2 masih 80persen isinya.hiks. Ada beberapa moisturizer, beberapa foundation, peeling cream, krim masker, bedak, lulur. Yg kebanyakan kubeli saat awal2 nikah dan sebelum nikah, dengan niat ingin menjadi istri shalihah yg selalu tampil cantik di depan suami. Begitulah. Maka mulai deh merutinkan diri untuk rajin dandan dan perawatan. Tapi ternyata itu tak berlangsung lama, dengan alasan: lupa, tak sempat, atau males, hehe. Apalagi pasca melahirkan. Sekaligus dengan idealisme baru tentang konsep cantik di rumah: yg penting sehat,bersih,rapi,dan wangi. Dah, cantik deh! ehehee
. Syukurlah suami juga lebih suka sy yang biasa saja, simple is adorable! Mungkin karena itu mengingatkannya pada saya di 7 tahun lalu, gadis ndeso sederhana yg gak bisa dandan, gak fashionable, atau justru sering terlihat kumut2 ya..?wkwkwk. Tapi mungkin justru itu yg membuatnya terpesona, ciahahaa

Rasanya eman juga sich tu make up-make up dibuang,tapi lebih eman lagi kalo dipakai dengan kualitas expired begitu T.T
Setelah kuingat2, benda2 itu ada yang usianya sudah 2tahun,ada juga yg hampir 3tahun lalu kubeli. Betapa ini menunjukkan bahwa aku adalah wanita yg tidak rajin berdandan (ber-make up). Jadi ingat beberapa waktu lalu ditawari teman untuk join bisnis bidang make up yg sudah membahana, banyak juga teman akhwatku yg ikut. Lha wong aku saja tidak hobi dandan kok mau jualan make up. Blass..sama sekali tidak tertarik. Kupikir, ada hal lain yg lebih bermanfaat yg bisa kuperdagangkan. Dengan prinsip: halal/syar’i,dan thoyyib.

Pun bisnis yg sedang ngeTren: hijab trendi. Di satu sisi boleh lah diapresiasi, perkembangan hijab ini membuat para muslimah jadi jatuh cinta pada jilbab,jadi PeDe dan bangga pake jilbab. But the problem is..jilbab yg seperti apa? Miris melihat mode hijab akhir2 ini. Ini yg sy dan suami sering diskusikan, ada pemahaman2 yg perlu diluruskan. Bisa jadi mereka memakai jilbab belum dengan pemahaman jilbab syar’i itu yg seperti apa, pakaian syar’i itu syaratnya bagaimana? Yg baru mereka tau mungkin adalah bahwa, oh..muslimah pake jilbab ya, oh..begitu ya cara pake jilbab (seperti contoh2 di tutorial). Terbawa mode tanpa sebelumnya faham kenapa sy harus berjilbab? Untuk apa? Seperti apa? Okkeh..setidaknya para muslimah jadi gegap gempita pake jilbab sekarang, tapi jangan lupa ada sebuah PR selanjutnya: perlahan fahamkan bagaimana jilbab yg seharusnya.

Well,sy sadar diri belum juga sempurna,tapi setidaknya ada batas2 yg menjadi a BIG NO TO DO. Seperti: berjilbab transparan (tanpa dobelan/daleman), membentuk punuk unta, pendek (hanya menutup kepala, tak menutup dada/perut, belakang tak sampai pinggang), pakai baju ketat/membentuk tubuh, pakai celana keluar rumah, adalah contoh2 a BIG NO.

Maka a big no juga buat sy untuk jualan hijab2 model begitu, apalagi jual tutorial2 yg isinya panduan memakai hijab yg ribet, yg hanya menutup kepala, yg model2 pakaiannya membentuk tubuh, yg dandanannya cenderung tabaruj, yg model hijab2nya membentuk punuk unta..astaghfirullah#ingat hadits nabi.

Kemarin2 waktu pengen merintis dagang, mikir juga..jual apa ya yg kira2 bermanfaat dan tidak melanggar batas2 Allah. Termasuk suami yg selalu mendampingi dan mengarahkanku dalam membuat pilihan. Memang, dia lebih tegas dariku dan tentu saja lebih pintar dalam hal keilmuan. Nah akhirnya dipilih lah produk2 yg sekiranya aman, pakaian gamis dan jilbab lebar. Biasanya kalo aku mau ambil produk tu kupikir2, aku mau jualan ini ke orang2, kira2 kalau mereka pake akan menjadi mudhorot apa gak ya? Jujur yg kupikirkan adalah: aku kena dosa nggak ya jualan begituan, mengajari tutorial begituan, jangan2 menjadi dosa berantai. Karena aku yg menjual, jadi banyak yg memakai model2 gak syar’i, aku jadi kena dosanya bertubi2. Na’udzubillah T.T

Well,aku sangat sayaaang kaliaaan..para muslimah, teman2ku jilbaber, hijaber, gamiser..maka ayok yuk kita sama2 belajar dan saling mengingatkan lagi, tentang hijab/jilbab. Oya, jadi inget, sy suka dan setuju dengan status2 Ustadz Felix Siauw perihal hijab ini. Baca lagi ah..

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s