Monthly Archives: April 2012

Kena TOMCAT??!!!

Standard

Sekitar tiga minggu lalu, saat usia kandungan si ranujunior ini 22 minggu, you know what happened to us? huhu… diserang tomcat! Ah, kok seram amat kata diserang, kena tomcat lah gitu pokoknya. Tak kusangka si bintang media massa yang sedang naik daun ini turut menghampiriku, semakin membuatnya populer saja.

Mulanya hanya kutemukan sebuah tanda samar seperti bekas goresan di pelipis dekat kelopak mataku, vertikal hingga ke pipi. Saat ditanya suami, ah, kupikir mungkin kena garuk pas aku tidur siang harinya. Eh tapi lama-lama garis itu jadi semakin keliatan dan dua hari menjadi melepuh dan perih. Kukira herpes, oh no! Tapi masa herpes bentuknya langsung memanjang begitu. Sore harinya barulah mendapat informasi dari teman ngaji bahwa itu gejala kena tomcat, memang mirip bentuk goresan cakaran begitu. Padahal si tomcat tidak menggigit lho, apalagi mencakar. Dia hanya ‘berbagi’ cairan tubuhnya yang ‘tajam’ dan melukai itu saat dia menyentuh kita. Pertanyaannya, darimana aku ketemu si tomcat ini??? Padahal rumah kami tidak dekat dengan sawah juga. Kabarnya, dia memang ‘menyerang’ saat kita tidur. Nah, berarti dia habis gentayangan di kamar donk? Ya Allah, semoga dia tlah sirna. Katanya sehabis mengeluarkan cairan tubuh si tomcat ini akan lemah atau mati.

Yasudahlah, tak usah mencela siapa-siapa, toh si tomcat adalah makhluk Allah juga yang pasti keberadaannya tak sia-sia. Kata bapakku, dia sahabatan sama tomcat di sawah, “Mangkane aku gak diganggu tomcat,” katanya. hahaha, ada-ada saja. Eh tapi iya lho, tomcat ni berguna memangsa hama wereng, diberitakan bahwa seekor tomcat dapat memakan wereng cokelat per hari mencapai tujuh hama wereng. Oh, ya bener kalo gitu, sahabatnya petani, hee… Setelah tanya pada Bu Siti, bidan desa yang biasanya ku jadikan curahan konsultasi via sms, beliau memberi saran: dioles getah/lendir lidah buaya, katanya itu juga bisa menyembuhkan herpes dan insya Allah tidak menimbulkan bekas. Ah ya, baiklah, dicoba.

Jadam atau lidah buaya atau bahasa kerennya aloe vera, dulu waktu kecil aku mengenalnya dengan nama cadam. Setelah celingukan ngeliatin rumah-rumah tetangga, alhamdulillah lumayan banyak juga ternyata yang masih setia memelihara lidah buaya. Sambil belanja (on foot, program jogging :D), pulangnya mampir ke bapak toko langgananku, pamit mau minta lidah buaya, secuiiilll aja. Alhamdulillah, boleh… dapat sebatang. Pemakaiannya simpel saja, oleskan getah/lendir lidah buaya ke luka tomcat, biarkan mengering. Ulangi sampai kira-kira lukanya kering. Alhamdulillah, dalam 2 hari kuobati dengan lidah buaya ini, luka tomcat di wajahku mengering. Tapi jangan berhenti dulu, teruskan penyembuhan sampai bekasnya memudar. Alhamdulillah benar, lidah buaya ni justru tidak menimbulkan bekas luka. Sembuh deh. Sisa lidah buaya nya juga masih ada sampai sekarang. Dia punya daya tahan yang cukup lama, tidak mudah layu/kering meski sudah lama dipetik. Selain aman (untuk bumil terutama), ini juga obat yang gampang dan murah (karena bisa minta tetangga, hee), dan bermanfaat dalam proses penyembuhan sebagai antiseptik dan antibakteri (lihat info selengkapnya di sini). Begitulah tragedi tomcat yang terjadi padaku, yang kemudian membuat ibuku kembali mengingatkan pada sebuah doa: a’udzubikalimatillahittaammati min syarri maa kholaq… aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaanNYA.

Sugesti POSITIF

Standard

Kita seringkali membutuhkan banyak sugesti positif untuk menguatkan diri. Sugesti adalah sebuah kekuatan atau kemampuan yang dapat mempengaruhi pikiran seseorang, yang memiliki daya reinforcement terhadap pikiran dan perilaku. Positive thinking, positive feeling, positive behaviour. Sudah banyak teori dan penelitian terkait positive thinking yang membuktikan betapa pikiran sangat berpengaruh terhadap diri kita, bahkan terhadap usaha dan hasil usaha kita. Sebutlah dalam buku the secret, the law of attraction, teori psikosomatis atau logoterapi, di dalamnya menguraikan tentang kuatnya pengaruh pikiran terhadap diri seseorang. Baik secara medis atau psikologis sugesti terbukti membantu/mempengaruhi kesembuhan atau perkembangan seseorang.

Termasuk dalam hal kehamilan, kita sangat perlu sugesti positif dalam menjalani masa-masa kehamilan. Tau lah bahwa momen ini adalah momen mendebarkan bagi setiap wanita calon ibu (apalagi yang pertama kali), sehingga banyak lintasan pikiran yang kadang dikhawatirkan (oleh calon ibu dan ayah). Kadang anxiety di masa kehamilan justru menimbulkan ketidaknyamanan, entah dalam bentuk fisik maupun emosi. Nah, inilah pentingnya membangun positive thinking, bahkan menurutku bukan hanya sejak awal kehamilan, tapi sejak sebelum hamil atau sebelum menikah. Biasakan diri untuk bermind-set positif dan menyenangkan terhadap kehamilan. Just think that it’s fun! Salah satu caranya, sering-seringlah minta atau mencari berita dan cerita menarik tentang kehamilan dan melahirkan, gantilah bayangan mengerikan yang mungkin dulunya kita temukan dari film atau sinetron (hehe) yang kemudian tertanam di pikiran bahwa hamil dan melahirkan itu beratttt. Nah, saya sedang mau bersyukur nich, karena ternyata Allah mempertemukan saya dengan banyak orang di sekeliling (ibu, kakak ipar, teman-teman) yang sering memberi sugesti positif tentang kehamilan dan kelahiran. Minimal, sugesti yang kudapat dari mereka ada dalam bentuk kalimat-kalimat penyemangat, sudut pandang positif, sharing cerita menyenangkan dalam menjalani hari-hari perut yang semakin menggembung, atau pengalaman menarik and wonderful about childbirthing. Iya sich ada beberapa cerita melahirkan dari teman yang tampaknya agak berat (melalui proses persalinan yang panjang dan melelahkan) tapi subhanallah-nya, mereka tetap bisa berpikir dan berucap nyaman seolah mengabaikan rasa berat dan sakitnya, “Sangat menyenangkan kok..”. Memang kadang ada sich, aku menemui orang yang suka bercerita hal-hal yang horrible tentang hamil dan melahirkan, lebih pada cerita tentang berat, payah, atau sakitnya daripada dukungan untuk ‘mengabaikan’ rasa berat itu. Maka aku selalu berusaha mensugesti diri dalam hati ketika mendengarkan cerita begitu, “Tenang, all izz well… insya Allah akan baik-baik saja… amiin.” Mengajak janin bicara dan bercanda, serta menulis cerita-cerita menarik saat bersamanya bisa menjadi cara menyenangkan menjalani kehamilan. Kelak jika si bocah sudah lahir dan bisa membaca, bisa ditunjukin tuh tulisan kita tentang hari-hari saat mengandungnya. hehe. Alhamdulillah, bermanfaat sebagai support menjalani kehamilan yang nyaman dan menyenangkan.

Memang sich, fitrahnya hamil itu semakin ada beban dalam tubuh ibunda (karena janin terus tumbuh dan berkembang, aktif bergerak, nendang, berenang, guling-guling, goyang-goyang, dll. hehe), sebagaimana Allah mengabarkan dalam surat Luqman ayat 14, “…ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah…”. Dalam kalimat ‘wahnan ‘ala wahnin’ berarti kondisi lemah yang bertambah-tambah, seiring bertambahnya usia kandungan. Tapi insya Allah, dengan selalu berfikir positif dan husnudzon pada Robb semesta alam, Sang Maha Penjaga segala, meski ada rasa berat, akan tetap terasa menyenangkan membersamai tumbuh kembang si makhluk kecil di dalam rahim, tempat yang sangat nyaman untuknya.

1 april 2012, ranujunior 22weeks
.:: special thanks for all inspirational people ::.