Menjadi Pemimpin Orang-orang yang Bertakwa

Standard

Beberapa waktu lalu aku merenungi doa yang diajarkan Allah di Al-qur’an:
“Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lilmuttaqiina imaama” (yaa Allah, karuniakanlah kepada pasangan-pasangan kami, dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa)

Kenapa menjadi pemimpin orang yang bertakwa itu penting ya, sehingga harus dimintakan dalam sebuah doa untuk pasangan dan keturunan kita…?

Sembari merenung aku ingat masalah-masalah di dakwah kampus. Iya ya, repot memang kalau punya jundi rewel, susah diatur, susah taat, berbuat menyimpang atau bahkan melanggar larangan Allah. Repot! Sungguh merepotkan qiyadah dan menghambat progresivitas dakwah. Nah, bener lah kalau begitu, salah satu kenikmatan yang diberikan Allah kepada seorang qiyadah/pemimpin adalah memiliki jundi-jundi muttaqiin, orang-orang yang bertakwa/taat. Tentu saja taat pada Allah dan Rosulullah menjadi modal pertama. Orang yang bertakwa itu, insya Allah akan lurus. Lurus hatinya, pikirannya, lisannya, dan perbuatannya. Jikapun dalam khilafnya ia menyimpang, insya Allah akan mudah pula diluruskan. Insya Allah.

Someone in my life (you know who–but not voldemort, hehe), pernah cerita tentang ruwetnya sebuah instansi yang orang-orangnya kacau. Ada beberapa pegawai yang tersandung masalah pidana (pemalsuan) hingga harus merasai bui. Anehnya, mereka sudah terbukti salah, masih saja menuntut kantor untuk menebus (membebaskan) mereka, dengan uang kantor. Berhubung dana kantor kurang mencukupi kala itu, penebusan tertunda beberapa waktu. Eeeh, betapa nglamak mereka setelah bebas, mereka ke kantor dan mengamuk (marah-marah) ingin mencari tau siapa yang mengusulkan penundaan pembebasan mereka. Haaaahhh! Masya Allah, ada saja manusia-manusia tidak punya malu. Repot kan jadi pemimpin orang-orang macam ini.

Anyway, tentu saja agar Allah menganugerahkan jundi-jundi yang taat, bertakwa, haruslah mulai dari diri sendiri, para qiyadahnya. Jika seorang pemimpin baik, Allah akan memudahkan urusannya dengan memberinya jundi-jundi yang baik pula.

‘Aisyah r.a. Berkata : Rosulullah saw bersabda : “Jika Allah menghendaki kebaikan terhadap seorang pemimpin, maka diberinya seorang menteri yang jujur, jika lupa diingatkan, dan jika ingat dibantu. Dan jika Allah menghendaki sebaliknya dari itu, maka Allah memberi padanya menteri yang tidak jujur, hingga jika lupa tidak diingatkan dan jika ingat tidak dibantu. (HR Abu Dawud)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s