17 Ramadhan 1432 Hijriyah a.k.a 17 Agustus 2011

Standard

Tanggal 17 Ramadhan, dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa itu adalah saat dimana Allah menurunkan/ mewahyukan Al Qur’an kepada Rosulullah Muhammad saw. Bukan turun langsung selesai sekitab Al qur’an pastinya, karena Al qur’an itu diturunkan secara mutawatir alias bertahap. Pada hari itu, Rosulullah kita tercinta, Muhammad al Amin, didatangi dan didekap erat hingga nyaris sesak bernafas, oleh sesosok makhluk bernama malaikat Jibril yang berulangkali mendikte beliau: IQRO’ yaa Muhammad! Maka ketika Rosulullah berulangkali pula berkata: maa aqro’u…? Jibril terus ‘memaksa’ Rosulullah hingga dapat menirukan kalimat Allah yang pertama untuknya: IQRO’ Bismi Robbikalladzii kholaq! Dan sejarah keajaiban peradaban manusia yang terang benderang bermula! Dalam budaya masyarakat sekitar saya, pada tanggal ini biasanya ada semacam tasyakuran dengan istilah peringatan Nuzulul Qur’an.

Tanggal 17 Agustus 1945, 66 tahun yang lalu, bangsa Indonesia diwakili oleh Presiden Soekarno dan wakilnya Mohammad Hatta mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia Raya, setelah juga didesak setengah ‘dipaksa’ oleh para pemuda yang sudah bergelora untuk berteriak: MERDEKA! Uniknya, sebagaimana banyak kemenangan hebat kaum muslimim di zaman Rosulullah dan salafush shalih, kabarnya, proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia ini juga bertepatan dengan Bulan Ramadhan ternyata, tepatnya saya lupa tanggalnya. Subhanallah :-)

Lalu ada apa dengan postingan ini?
Postingan ini adalah sebentuk syukur atas dua momen berharga di bulan ini: bulan Ramadhan dan bulan kemerdekaan tanah air kita, Endonesya (pronounciation-red :P), sekaligus sebentuk kekaguman atas hari yang unik: 17 Ramadhan, 17 Agustus \(^0^)/. Semoga bangsa kita ikut mengambil pelajaran hari ini, untuk belajar dari kisah kemenangan bersejarah Rosulullah dan para generasi jagoan muslimin, bahwa kekuatan iman dan takwa lah yang akan mendatangkan keberkahan dan menyelamatkan negeri dari masalah yang memayahkan.

    “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al A’rof: 96)

Rosulullah dan sahabat memenangkan Badar, Fathu Makkah, Thoriq bin Ziyad memenangkan Spanyol, dan banyak pertempuran hebat lainnya dimenangkan kaum muslimin di bulan Ramadhan. Hmmmh, jadi, apa yang kira-kira hendak kita menangkan di bulan ini ya…jika memerdekakan jiwa dari jajahan hawa nafsu diri sendiri saja masih malas…??! Ke laut ajjaaa… lalu lempar sejauh-jauhnya kata “malas”, sesungguhnya itu sangat mengganggu perkembangan diri!

Aha! Alhamdulillah, sebagai seorang muslim (muslimah ding!) dan warga negara yang baik -yang rajin pakai helm meskipun gak punya SIM-, saya bangga atas hari ini, kawan! Hari Rabu, 17 Ramadhan 1432 Hijriyah as known as 17 Agustus 2011! Jadi semakin kerasa sebuah jargon terkenal di penjuru kampus Indonesia: saksikan bahwa saya MUSLIM NEGARAWAN (promosi KAMMI laah! Hari ini KAMMI komsat UM Open House lhow…). Kalau begitu, coba pikirkanlah apa yang bisa kita lakukan untuk mensholihkan bangsa kita? Keshalihan diri, untuk keshalihan sosial. Saya rasa ini salah satu rumusnya. Masyarakat yang sholih itu jika kita zoom in mungkin akan nampak detailnya, komposisinya terdiri dari pribadi-pribadi sholih nan mushlih, tak hanya sholih tapi juga mensholihkan orang sekitarnya. Jika mereka terus bertambah, berkembang, meluas, menyebar, dan menginspirasi, terbayang apa yang akan tercipta? Jaringan dakwah luas, sinyal ISLAM kuat dimana-mana (iklan seluler???). Kalau ingat marhalah dakwah tarbiyah, dimulai dari membina pribadi sholih, lalu keluarga sholih, selanjutnya masyarakat sholih, trus…apa ya? (pura-pura lupa biar pada buka bukunya, padahal aslinya emang lupa). Makanya kalau sholih jangan sendirian, ajak teman sekelasmu, teman main, teman kuliah, teman kerja, tetangga, teman duduk di bus, bahkan orang yang baru pertama kalinya kau sapa. Wahh, jadi ingat beberapa nama teman saya yang saya kagumi pengaruhnya dalam berdakwah fardiyah. Syukron akhiy wa ukhtiy, kalian sangat menginspirasi (sambil membatin nama mereka :D)

Baiklah, lalu ada apa dengan postingan ini?
Yak! Inilah epilog yang sebenarnya gak nyambung amat sama tulisan atasnya.

Ehm! Hanya ingin berbagi cerita, bahwa di tanggal 17 Ramadhan 1432 Hijriyah ini, yang sekaligus bertepatan dengan 17 Agustus 2011, dimana seindonesia Raya tengah menyelenggarakan Upacara Hari Kemerdekaan dan juga biasanya di setiap mushola atau masjid mendengungkan tilawah dengan istilah Khataman Qur’an dan syukuran Nuzulul Qur’an, saya ingin pula mendeklarasikan sebuah berita bahagia…

Bahwa…

Dengan ini saya mengumumkan,

    …………………………………………………….

    Insya Allah saya akan menggenapkan separuh dien, Insya Allah pada:
    Kamis, 8 September 2011
    Pukul 08.00 WIB
    Saya akan menikah dengan seorang ikhwan bernama:
    FACHRI RANU INDRA KUKILO
    …………………………………………………….

    Siapakah dia? Entahlah, saya hanya tiba-tiba menemukan namanya di lembaran novel “Ayat-ayat Cinta” (lhohhh?) lantas menemukan nomor HaPe-nya di lembaran uang seribuan. Bo’ong banget!
    Kenapa dia? Mmmm…karena direkomendasikan oleh Gubernur Papua Barat mungkin ya (jangan percaya!). Dan juga karena ternyata saya gagal casting jadi istrinya Azzam KCB, jadi saya gantikan perannya Aisya saja di AAC (..???!!#@*=// *error).

    ………….Zzzzzzzzzzzz………..

    “Jangan kau kira cinta datang dari keakraban dan pendekatan yang tekun.
    Cinta adalah putera dari kecocokan jiwa.
    Dan jikalau itu tiada,
    Cinta takkan pernah tercipta, dalam hitungan tahun, bahkan milenia.”
    (KAHLIL GIBRAN)

Demikian konferensi pers dari saya, sebagai penjelasan atas banyaknya pertanyaan, ribuan SMS yang masuk, dan ributnya gosip yang beredar di kampus. Hallah, sok beken! ‘(^-^)\

Mohon do’anya, semoga ketulusan kalian turut menjadikan keberkahan dalam proses kami. Jazakumullah ahsanal jaza’…

*Backsound: “Aku”-nya Chairil Anwar featuring “Hari Merdeka”
Aku…bila sampai waktuku…kumau tak seorang pun kan merayu. Tidak juga kau! Tak perlu sedu sedan itu… –selesai-

Tidak nyambung! Pusing sendiri… /(^,^)\

Sudahlah, tinggalkan postingan ini dan mulailah berdoa dan beramal baik di bulan baik ini: RAMADHAN MERDEKA!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s