Tips Traveling By Motorcycle

Standard

Kelanjutan dari kisah ini, biar gak garing-garing amat, kukasih tips dah buat yang suka traveling motoran jarak jauh, sapa tau bermanfaat :P

  1. Pastikan fisikmu sehat dan fresh, modal utama menempuh perjalanan jarak jauh.
  2. Siapin perbekalan diri: camilan dan minuman secukupnya, serta obat-obatan dan perlengkapan mandi jika perlu.
  3. Pastikan motor dalam keadaan fit, dan kalau bisa pakai motor yang irit BBM, serta onderdil lainnya dalam keadaan baik, seperti klakson, lampu jalan, lampu belok, spion, dll.
  4. Gunakan kelengkapan diri yang memadai, sebagaimana: helm standar dengan penutup kaca bening, slayer atau penghalau wajah dari debu dan asap kendaraan, sarung tangan, jaket, sepatu yang nyaman. Saya sarankan pakai pakaian casual semacam baju dan jilbab berbahan kaos dan rok celana (model rok yang insya Allah sangat aman dan fleksibel untuk akhwat, tau kan modelnya?), dan jangan pakai sendal atau sepatu cantik dulu deh, ribet, hehe.
  5. Usahakan berboncengan dengan teman, jadi kalau ada apa-apa, masih ada minimal satu teman bersama kita. Kalau nyasar ya bersama, motor mogok ya bersama, dan yang paling penting, bisa gantian nyetir (itu jika Anda beruntung bahwa temanmu lihai nyetir juga, hehehe).
  6. Pilihlah waktu siang hari untuk perjalanan, setidaknya mengurangi efek beratnya perjalanan ketika malam hari. Kecuali jika mau menikmati indahnya alam raya yang sunyi senyap dan berkilauan di malam hari, ya gakpapa pilih waktu malam (seperti saat kami takjub menikmati Piton malam hari…whuaaaaaa…KERENNN!).
  7. Berhentilah sejenak kalau capek atau mengantuk, membahayakan konsentrasi menyetir. Jangan lupa juga memberi isyarat pada teman kalau mau berhenti (istirahat, isi bensin tah apa…) biar gak ditinggal.
  8. Jika menempuh perjalanan bersama rombongan, saya sarankan buatlah kesepakatan formasi berkendara. Misal dengan formasi depan-belakang (gak mungkin iring-iringan soalnya): ikhwan-akhwat-akhwat-ikhwan. Jadi jangan saling salip-salipan, usahakan tetap berkendara sesuai formasi yang disepakati, biar gak ilang-ilangan, atau kalaupun ilang gampang ketahuan :P
  9. Jangan lupa memenuhi adab safar yang bisa dipenuhi, yang terpenting terutama: tentukan siapa pemimpin perjalanan dan taati instruksinya. Si pemimpin safar juga harus bisa memperkirakan kapan perlunya berhenti untuk ishomadur (istirahat, sholat, makan, dan tidur).
  10. Bagi pengendara di depan, sesekali tengoklah ke belakang (bisa lewat spion) untuk memastikan temanmu masih ada di belakang. Kalau kamu berada di formasi belakang, waspadalah melihat ke teman yang di depan kemana-mana dia melaju biar gak kehilangan jejak.
  11. Siapin ponsel yang full baterai plus pulsa, sebagai sarana komunikasi terutama saat kita nyasar atau kehilangan jejak rombongan.
  12. Jangan lupa saling mengingatkan, kalau ada teman yang sembarangan mengemudi, hehehe.
  13. Oya hampir lupa, kata DORA, suruh bawa peta tuh!
  14. Terakhir, kalau kamu gak punya kelengkapan berkendara seperti SIM (seperti saya), banyak-banyaklah berdoa semoga Allah menyelamatkan kita dari bahaya tilang! Meskipun sebenarnya ini adalah pelanggaran hukum, hehehehehe :P. Serta perbanyak doa dan dzikir dalam perjalanan pastinya, kita tak pernah tau baik buruk apa yang akan terjadi…

6 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s