Takdir Cinta Menggemaskan

Standard

Beberapa hari lalu aku mengadu (curhat) pada teman dekat dan teman baikku. Trus nyangkut-nyangkut deh kita ngomongin sesuatu. Kayak kisahnya Azzam dan Anna ya…blablabla…kata temanku itu. Kalau kataku, lebih mirip kisahnya Fahri dan Nurul “AAC”. Hooo, terserahlah apa kata lu dan apa kata gw. Owh ya. Setelahnya, aku jadi ingat sesuatu. Nyadar gak, kisah cinta ala Kang Habiburrahman Elshirazy tu mesti deh, ada beberapa karakter kisah yang menggemaskan. Dua diantaranya yang kuperhatikan selalu ada dalam kisah cinta ala Kang Abik adalah:

  1. Bahwa laki-laki sholih itu, kisahnya selalu dipinang/dilamar. Fahri AAC, dipinang sama Omnya Aisya. Azzam KCB di’minta’ oleh ayahnya Anna. Ealah, ternyata Bang Samsul DMC juga dilamar papanya Vivi. Coba pikir, kenapa kira-kira alur kisah cinta Kang Abik sering begitu? Hmmm, semacam mengindikasikan mindset beliau bahwa ikhwan sholih itu aset, harus segera diambil tuh rezeki. Ngarang banged gw! Sotoy.
  2. Mesti wes…selalu ada cerita ketlisipan alias kelewatan alias keduluan. Nurul, kelewatan untuk menyampaikan perasaannya pada Fahri, ealah, ternyata sudah dipinang si Fahri-nya. Si Azzam, ealah, keduluan Furqon ternyata, teman dekatnya sendiri malah. Parah! Haha. Si Zizi yang naksir Samsul (Dalam Mihrab Cinta) keduluan keluarganya Vivi pula… hufffft! Kata temenku, di Bumi Cinta begitu juga ceritanya, aku sih belum baca, hehehe. Oalah Pak, Pak…kenapa musti begitu kisah cintamu…! Tapi ternyata cerita-cerita macam itu benar-benar terjadi dalam kisah nyata lhow. Bahkan ada yang lebih dramatis dibanding kisah-kisah yang sudah ditulis Kang Abik. Hoooo? Masa siii? Iya, tunggu deh aku setorin kisahku ntar ke Kang Abik buat dibikin novel, ntar judulnya: “Just Like a Fairy Tale, Ketika Takdir Cinta Begitu Ruwetnya” hehehehehe.

Sudahlah. Sungguh postingan yang geje.

13 responses »

  1. Kenapa ya saya gak terlalu suka novel atau film kisah cinta…
    padahal kisah cinta saya cukup seru lho (halah!)
    Salam kenal juga Hanis….

    • owh, mungkin karena karena sy orangnya romantis melankolis plus dramatis, haha. sy juga iseng saja mbak, asal baca asal liat aja, gak da spesifikasi khusus untuk suka kisah cinta. heee…

      mbak tak link ya, nambah teman :D

  2. “Hmmm, semacam mengindikasikan mindset beliau bahwa ikhwan sholih itu aset, harus segera diambil tuh rezeki.”

    bner kata sampeyan mbak,
    tp mgnkin, lebih karena penulisy aja yg ikhwan. coba kalo penulisnya akhwat……

    oya salam kenal ya

    • oiyaya, betul juga. ntar deh ganti saya yang nulis dengan mind set sebaliknya, hehehehehe :P

      yup, salam kenal juga, semoga bisa berteman baik ;)

  3. Kita tidak akan pernah tau dengan cara apa cinta itu datang dan seperti apa akhirnya Allah membawa semua cerita cinta pada takdirnya………………..Mungkin saja sang ikhwan orang lamongan. Cz daerah sana sang arjuna kan d lamar si sinta…………..But bukan sinta habibi..xixixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s