Malam Rabu

Standard

Purnama benderang, benar-benar utuh rembulan menampakkan dirinya malam ini. Sempurna. Setidaknya di mataku dia sangat menawan. Nikmatnya ya Allah, menatap indahnya ciptaan-MU, rembulan yang menentramkan.

Malang sangat dingin akhir-akhir ini, termasuk malam ini, saat aku dan kawan-kawan seperjuangan sedang janjian mau rame-rame silaturahim ke rumah ustadz –yang kusukai (kapan ya aku gak ngefans sama ustadz…?). 11 akhwat, 4 ikhwan, lumayan banyak juga nih rombongan, padahal seingatku, rumah ustadz yang ini tidak cukup luas untuk orang berlimabelas begini. Sang komandan perjalanan sempat mengomel pula, karena akhwatnya banyak, saling tunggu-menunggu pula, jadinya gak berangkat-berangkat. Akhwat sekampung ikut semua Ukht? Kira-kira begitu dia menyindirku, hehehe.

Sampai di masjid dekat rumah ustadz, rombongan solid kami mampir untuk sholat isya’. Terjadi pengalaman syahdu (hallah…), saat mendengarkan suara ustadz ngimami jamaah isya. Ya Robb, suara indah hamba-MU melantunkan ayat-ayat-MU selalu sukses membuatku terharu lantas berdoa “aku ingin sepertinya, atau memiliki seseorang sepertinya…” amiin. Tiba-tiba memori otakku mengantarkan pada kenangan saat-saat Ramadhan. Dan jadi ingatlah aku pada sang purnama jelita yang benderang, bahwa ini sudah nisfu Rojab, tengah bulan. Satu setengah bulan lagi sudah Ramadhan. Cepet ya…wawawaw…sudah nyiapin apa aja Han??? Tiba-tiba terasa mendebarkan. Bulan penuh harapan, full barokah, momen spesial yang sangat menjanjikan! Ramadhan adalah sebuah keberuntungan yang sangat bodoh dan sayang untuk diabaikan kehadirannya. Ya, Ramadhan memang selalu punya sensasi mendebarkan. Setidaknya di tahun ini, aku punya alasan berlebih kenapa Ramadhan semakin mendebarkan. Karena oh karena, di tahun ini pasca Ramadhan, adalah masa-masa akan berubahnya statusku…dari mahasiswa menjadi sarjana, dari kuliah menjadi ma’isyah, dan dari single…menjadi married (jiaaaah…ngarep!). Mari kembali ke jalan yang benar. Masih tentang cerita di masjid. Sembari mendengar lantunan indah sang ustadz, ngelamunlah aku. Owh, bukan melamun dalam sholat kok, tapi terduduk di belakang para jamaah akhwat yang sedang bershaf rapih sholat di depanku. Apa coba yang kulamunkan?

Malang! Ya, aku terkenang masa-masa kehidupanku di Malang. Sebuah setting ruang dan masa yang menjadi sejarah penting tumbuh kembangku. Mungkin tidak lama lagi aku akan hengkang darinya, sekaligus meninggalkan banyak orang dan peristiwa di dalamnya. Ramadhan tahun ini mungkin yang terakhir untukku menikmati Malang Raya, bahkan mungkin tidak full seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana aku masih bisa menikmati i’tikaf spektakular bersama teman-temanku, menikmati Pesta Ramadhan KMM (garapanku, huhuhu), menikmati masa-masa menjadi FPI (Front Pemburu Ifthor), dan juga salah satu yang sangat kusuka adalah menikmati tarawih berjamaah di masjid, mendengar bacaan sang imam yang menggugah iman. Huffft! Banyak hal yang akan aku tinggalkan. Tadi saat perjalanan ke sini, kami melewati jalan Gajayana. Sempat kutengok Gang 1 Jalan Gajayana, hmmm, gapuranya baru. Takkan aku lupa gang itu, insya Allah, dan sebuah rumah di sana dimana biasanya aku dan kawan-kawanku terbiasa berhimpun.

Malang. Kota ini membuatku merasa sangat beruntung pernah mendatanginya. Membuatku merasa bermakna pernah menjadi bagian penting di dalamnya. Membuatku insya Allah akan selalu berucap hamdalah, mensyukuri segala hal yang pernah kudapatkan, dan segala hal yang ternyata belum bisa kudapatkan darinya…

Aku mencintai segala ceritaku yang tertakdir di sini…Malang!

Terimakasih wahai Allah, Tuhanku Yang Maha Pemurah ;)

4 responses »

  1. Assalamu’alaikum.. salam kenal ukh.. oya thanks dah brkunjung ke blog ana..
    wah trnyata anti bntar lagi ninggalin malang juga.. ana malah dah setengah tahun yg lalu kabur dari malang.. ana juga sangat mencintai malang.. trlalu banyak kisah dan kenangan tak trlupa.. pengennya sih tetep di Malang.. tp ya hidup harus trus brlanjut.. dan pada akhirnya ana kembali ke kampung halaman.. Semangat ukh.. ;)

  2. begitulahh,..
    kepingan puzzle yang sudah terkumpulkan pada sebuah nama,malang.
    maka beranjaklah untuk mengumpulkan kepingan yg lain,dinama antah berantah yang ada di mimpi kita selanjutnya,..
    mari berburu puzzle!!! :mrgreen:

  3. iya, insya Allah aku kan melangkah. meski kadang gamang bergelayut… (jiaaah!)

    iya, aku dah nemu banyak sekali puzzle tuh di tempat kerjaku :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s