Banyak Orang Baik di Jalan

Standard

Aku adalah orang yang mudah terpesona bahkan oleh hal-hal kecil/sederhana yang seringkali kutemui. Salah satu pengalaman yang kusuka adalah saat di jalan, aku menemukan ada berbagai macam orang baik.

Suatu sore sepulang ngelesi, April 2010.
Naik angkot bermerk AMG, sejenis angkot yang asing bagiku, baru pertama kali itu kunaiki. Sewaktu aku naik, ealah cuma ada aku penumpang di belakang, selebihnya ada pak sopir (seusia 30an kayaknya) dan seorang ibu memangku anak laki-lakinya di depan. Sambil berlalu, kudengarkan mereka mengobrol. Suara bapak sopir terdengar ramah dan ceria, enak didengar. Sepertinya bapaknya orang yang baik hati deh, pikirku. Beberapa menit berlalu, angkot berhenti, dan turunlah si ibu beserta anaknya. Aku tidak heran, karena memang begitulah seharusnya, pun aku tidak khawatir karena tinggal aku seorang penumpang di angkot itu, tapi aku terpana, menyaksikan kejadian beberapa menit saat si ibu dan anaknya turun, pak sopir berwajah dan bersuara ramah itu melambaikan tangan dan tersenyum seraya berkata: “Dadaaa…assalamu’alaikum…” Wew, subhanallah, bertahun-tahun aku naik angkot baru sekali ini menemui sopir yang selain begitu ramah dan murah senyum, juga menunaikan sunnah: menebar salam pada penumpang. Jelas aku terpesona. Dahulu, aku menemui teman shalihah yang gemar bersalam. Ke counter beli pulsa, salam. Masuk dan keluar toko, salam. Beli pentol, salam. Habis bayar angkot, salam. Mau tanya alamat, salam. Pokoknya banyak hal dalam aktivitasnya yang dimulai atau diakhiri dengan salam, sekalipun aktivitas yang sepele. Dan salah satu hebatnya dia adalah: dia menginspirasiku! Huhuhu :’( Telah lama aku tahu hadits tentang para sahabat yang suka menebar salam bahkan sampai-sampai pergi ke pasar pun tujuannya cuma untuk menebar salam ke orang-orang di pasar. Tapi sekali lagi, kadang kita butuh visualisasi secara jelas dan kasat mata untuk dapat menginternalisasikan sebuah teori. Karena itulah, penting menemukan tauladan di masa sekarang, sebagai sebuah contoh kecil (karena contoh sempurna hanyalah Rosulullah) yang menggambarkan bagaimana seharusnya mempraktekkan sebuah teori, hingga membuat kita akhirnya belajar menyimpulkan: “O, begini to yang namanya menebar salam… O, begini to modelnya bermuka manis… O, o, o…” atau “O, begini to bagaimana seharusnya kisah cinta yang ahsan itu…” (gak nyambung sich, ini cuma salah satu komentarku dahulu saat temanku protes: ngapain ada film KCB tu, wong di Al qur’an dan hadits sudah jelas bagaimana dikisahkan tentang prosesi cinta dan pernikahan!). Kembali ke Pak angkot. Akhirnya setelah tinggal aku sebagai penumpang, ganti deh aku yang mengobrol dengan Pak angkot itu, dan benar saja, bapak itu ramah dan menyenangkan :’)

Cerita kecil kedua tentang orang-orang di jalan. Aku lupa kapan pastinya, tahun-tahun lalu pokoknya. Saat itu aku dibonceng teman naik motor. Kuperhatikan, ada dua orang mas-mas bermotor di belakang kami yang mengemudi semakin dekat di belakang kami, sepertinya ingin menjajari dari sebelah kiri. Alah, paling orang iseng, pikirku. Maka, kuabaikan saja mereka tanpa hendak menoleh ke arahnya. Eh tapi lama-lama, aku seperti melihat mas yang menyetir melambaikan tangannya, dan akhirnya aku menoleh padanya. Ealah, –__–!!! Subhanallah, ternyata apa yang dikatakan masnya itu padaku??? “Mbak, mbak, hati-hati itu roknya.” Sembari menunjuk ujung rokku yang berkibar diterpa angin. “Oooh…ya, terimakasih…” kujawab sambil senyum seperlunya. Ya Robb…ternyata mereka begitu mulia mengingatkanku agar rok lebarku yang berkibar tidak terjerat jeruji roda yang mungkin saja bisa mengakibatkan jatuh alias kecelakaan. Bukan siapa-siapanya, kenal pun tidak, tapi ngapain coba dia harus pedulikanku? Pasti alasannya satu: mereka baik hati :’)

Hehe, hanya cuilan-cuilan cerita kecil. Selainnya, ada banyak cerita orang-orang baik yang kutemui di jalanan…

3 responses »

  1. hehehee,..iya…
    dlu pernah pas naek kereta ekonomi dari banyuwangi sendirian,..
    pas ditanya2 ma org iseng yg aku g tw gmn jwbnya,eee bapak dsbelahku lgsg bilang klo aku anaknya,..heheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s