There are no accident

Standard

20 Maret 2011

There are no accident” (Oogway)

Benarlah. Tidak ada yang kebetulan. Tidak ada sesuatu pun terjadi kecuali Allah mengizinkannya, bahkan daun yang gugur dan ikan berenang ke arah mana pun karena Allah (lirik lagunya Opick).

Maka hari ini menjadi kebetulan yang kuimani sebagai salah satu bagian dari takdirku untuk mendapatinya. Di suatu acara akbar yang kuikuti bersama teman-teman seantero (apa ya…) kota, terdapat sebuah sesi acara doorprize untuk mendapati siapa the best “one” 2011 (the word “one” refers to something that’s not good enough if I spell it here). Lantas di akhir acara…betapa aku kaget bahwa nama yang disebut oleh panitia adalah nama yang sangat kukenal dan kucintai: Hanis! Ya Robb…! Bukannya surprised bangga dan terharu aku mendengar namaku disebut, justru terbengong gak karuan dengan banyak lintasan pikiran keheranan. Hah??? Kok bisa? Ditambah ucapan selamat, barokallah, congratz, wah, wow, dan lain-lain yang mengekspresikan rasa suka cita dan penghargaan teman-teman di sekitarku. Huhu…setelahnya masih ada pula yang menyelamati lewat sms dengan nada-nada sedikit alay (menurutku sih!). Addduuuh, jadi tambah tidak enak aku. Swear! Maka ketika mereka sibuk mendoakan dan memberi selamat, selain membalas dengan kata “amiin”, aku pun sibuk merevisi kejadian tadi: “Bukan, bukan, bukan aku seharusnya. Deuh, harusnya yang lain. Tadi tu kebetulan saja. Bener dech!” Belum pula selesai seharian, besok-besoknya ketemu teman lain, sama dech menyelamatiku. Deuwww! –__–!!

Sungguhpun aku juga tidak tahu sebenarnya apa yang membuatku mendapatkan nominasi itu, karena sejujurnya aku tahu diri dan tahu benar bahwa ada yang lebih baik dalam kategori ini. Maka yah…inilah yang kemudian kusebut: kebetulan.

Teringat sebuah film gwokil yang sangat kusukai, “Kungfu Panda”, mungkin saat itu perasaanku sama dengan yang dirasakan si Po yang jadi serba salah dan gak enak berat saat tiba-tiba Oogway menunjuk ke arahnya untuk menjadi The Dragon Warrior. Padahal dia tahu sangat kedatangannya yang tepat dan tiba-tiba di depan telunjuk Oogway hanyalah kecelakaan tak disengaja, dan dia tahu sangat bahwa ada yang lebih layak untuk mendapatkan gelar itu. Dan sekali lagi aku teringat saat Shifu meng-complain itu pada Oogway bahwa itu hanyalah kebetulan, dia (Oogway) berkata: there are no accident! Yup! Benar. Seperti itulah lantas aku memaknai bahwa hal yang menimpaku pagi ini memang sudah jadi bagian takdirku, mendapatkan ujian (penghargaan) plus mendapatkan rezeki hadiah (yang ini aku senang, hehehe!), dan aku meyakininya sebagai salah satu skenario yang telah Allah tuliskan di Lauhul Mahfudz untukku. Kadang aku berpikir, kitab Allah (Lauhul mahfudz) itu pasti isinya kadang lucu-lucu. Saat suatu ketika aku histeris menemui serangga yang saat hendak menuliskan namanya saja sudah terbayang bentuknya dan membuatku merinding (aaaaaaaaaaaa…!)hingga kuputuskan tak menuliskannya dengan alfabet di sini, ketika itu aku berfikir, oh, mungkin di kitabnya Allah itu ada juga cerita bahwa hari ini aku dipertemukan dengan serangga yang kutakuti, kemarin aku kejatuhan ranting pohon kering, dan kemarinnya lagi bertabrakan dengan orang yang justru kuhindari (nah lho!). Segala hal yang sama sekali tidak disengaja, pastilah menjadi rahasia Allah untuk kemudian membuatnya terjadi. There are no accident. Pastilah ada semacam pesan yang hendak Allah sampaikan dari “kebetulan” ini.

Trrrrt…memutar otak (tafakur), menggali makna dan hikmah yang bisa kunikmati seharian ini.

Segala puji hanyalah bagi Allah Subhanahu Wata’ala…alhamdulillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s