Kampus Impian Kita

Standard

Madani.

Satu kata yang mewakili cita-cita kita tentang kampus impian kita.

Seperti nampak jelas dalam tatanan masyarakat Madinah Al Munawaroh di masa kepemimpinan Rosulullah Muhammad saw. Seperti halnya kita mengadopsi kata sifat “madani” dari kata Madinah, seperti itu pula bentuk masyarakat yang ingin kita bangun di dalam kampus. Misi dakwah kampus adalah bagaimana mewujudkan satu tata nilai Islam yang utuh di dalam lingkungan kampus. Mewujudkan masyarakat kampus yang menjadikan Islam sebagai petunjuk jalan dan rujukan utama bagi kehidupan dan seluruh aktivitas geraknya. Menjadikan Islam tidak hanya ada di masjid, tapi juga menjadi bagian menyeluruh dalam civitas akademika. Islam yang kemudian tumbuh dan berkembang di kelas, di lab, di kantin, di studio, di ruang-ruang rapat ormawa, di sekretariat-sekretariat UKM, di pos satpam, dan di seluruh penjuru kampus.

Selain itu, mengingat kampus adalah zona akademis dan ilmiah, misi dakwah kampus juga untuk mewujudkan kampus yang menempatkan Islam sebagai referensi utama dalam rujukan sains dan teknologi. Modalnya adalah masyarakat kampus yang telah yakin bahwa Islamlah sumber dari segala ilmu. Kampus yang menjadikan agama sebagai bagian dari keberhasilan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak lagi sekuler dalam memandang Islam dan ilmu pengetahuan. Agama menjadi bagian yang melekat dalam perkembangan riset yang dilakukan dalam kampus. Hingga di kemudian hari tidak lagi menjadi canggung bila mahasiswa menuliskan rujukan alqur’an dan hadits dalam daftar pustaka makalahnya atau tak menjadi heran lagi ketika dosen memfilter bahasan ilmiah yang tak sesuai dengan bahasan dalam ajaran alqur’an dan sunnah.

Dalam konteks kemahasiswaan, dakwah kampus bertujuan mewujudkan pemimpin Islam yang kuat serta memiliki karakter. Mereka yang mengisi jabatan-jabatan strategis dalam kepemimpinan kemahasiswaan di kampus. Mereka tidak lagi berjumlah sedikit dan bergerak secara sembunyi-sembunyi, tetapi tampak jelas di muka publik, menjadi inspirasi, serta menjadi orang-orang terdepan dalam pergerakan di kampus.

Ketika nuansa Islam telah terbumikan di kampus, maka terciptalah sebuah masyarakat kampus yang madani. Tidak mungkin memang me-muslim-kan seluruh penduduk kampus, sama halnya itu juga tidak terjadi di Madinah dulu, tapi nuansa hidup berdampingan adil sejahtera tercipta di sana. Masyarakat yang dipenuhi dengan toleransi dalam beragama dan pemikiran, yang bebas berekspresi akan tetapi tetap dalam koridor syari’ah. Mereka bebas berdebat dan tetap saling menghormati. Mereka cerdas dan tetap rendah hati.

Terbayangkan? Indah bukan? Bolehlah sekedar membayangkan sebagai visualisasi mimpi-mimpi kita tentang kampus kita, selanjutnya menjadi gambaran setiap kinerja dakwah kita: apa yang akan kita lakukan untuk mewujudkan semua itu? Kadang ada pertanyaan kapan ya semua itu akan terwujud? Mungkin 10 atau 50 tahun lagi? Mungkin ketika bukan kita lagi yang menjadi saksi, tapi anak cucu kita? Jawabnya gampang: wallahua’lam. Menjadi rahasia Allah kapan mimpi kita terealisasikan. Yang harus kita lakukan sekarang adalah bekerja, bekerja, dan bekerja. Pekerjakan seluruh potensi yang diamahkan Allah kepada kita: jasad, ruh, akal. Berkutatlah terus dengan aktivitas bernama dakwah kampus ini. Teruslah melakukan kerja-kerja nyata untuk membumikan Islam di kampus kita. Merekrut, membina, mensyiarkan, memprogram, mendanai, menyemarakkan, meluaskan, meramaikan, menyumbang, atau bahkan hal paling mudah dan murah: mendoakan.

Kita seringkali bahkan selalu punya cita-cita dan impian untuk diri sendiri. Mulailah biasakan bercita-cita untuk umat, seperti Hasan Al Banna pernah bercita-cita untuk Mesir. Mulailah dari miniatur umat di kampus ini, atau mulailah bercita-cita untuk fakultas kita, jurusan kita, bahkan kelas kita. Selanjutnya, mulailah bekerja nyata!

Innallaha laa yukhliful mii’aad (Allah tidak pernah menyalahi janji-Nya). Islam pasti menang, kawan.

Mari bersatu. Seperti Allah memerintahkan: menjadi penguat bagi sebagian yang lain. Wallahua’alam.

-._.-

Terinspirasi: “Menuju Kampus Madani”

Dipersembahkan untuk Al Ihsan-KMM UM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s