Mendahulukan Iman

Standard

Suatu ketika seorang teman pernah bertanya pada saya, waktu itu saya belum married. Dan percapakan tentang ikhwan-ikhwan kampus begitu ‘menggoda’ di kalangan teman-teman kuliah.

“Asma, bagaimana kalau yang melamarmu Bimo?”

Saya terdiam sebentar sebentar. Berusaha membayangkan si Bimo. Tidak begitu susah karena orangnya cepat dikenali alias besar size-nya. Tapi saya ingat, dia seorang muslim yang baik, aktivis rohis kampus. Maka, saya pun menjawab.

“Boleh!”

Teman saya yang lain mengajukan nama yang lain.

“Bagaimana kalau si Ipul?”

Saya terdiam lagi. Lalu mencoba mengingat sosok si Ipul yang mungil dan jauh dari tinggi. Tapi saya tahu pasti, dia ikhwan yang luar biasa.

“Boleh juga!”

Teman yang lain langsung memotong, “Ah, gimana sama si Irdham?”

Yang disebut (tentu saja nama-nama di atas bukan nama sebenarnya), adalah sosok tinggiii langsiiiing, berkulit putih, dan berkacamata tebal.

Saya ingat si Irdham ini sangat kreatif dan pintar bicara. Keislamannya pun terlihat baik di kalangan aktivis kala itu. Memang sih ramping dan singset sekali, hehehe.

Aneh bagi teman-teman saya, saya pun mengangguk lagi.

Segera saja teman-teman saya protes.

Kok maruk banget sih? Masa semua mau?

Kata saya,

Sebab ketika iman bicara, maka ukuran-ukuran fisik dan dunia menjadi tidak penting. Bukankah yang kita cari adalah seseorang yang bisa tuntun-menuntun kita ke surga? (Suamiku, kita harus sama-sama mengingat ini lagi).

Dan saya ingat seseorang yang mengatakan:

Hal-hal penting tidak bisa dilihat dengan mata. Hal-hal penting bisa dilihat hati.


Tentulah ini bukan kata-kata saya. Itu cuplikan kalimat Asma Nadia dalam bukunya.

“Kisah Seru Pengantin Baru”

Mendahulukan iman, adalah kesimpulan terakhir yang saya ‘iyakan’. Yang jelas selain karena penuh makna dan pencerahan, saya suka buku ini karena ia mengandung dan melahirkan cerita-cerita lwuuucwuuu yang bikin ketawa-ketawa! Hahaha. Bacalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s