Nostalgia SKI SMA

Standard

Malam kok gamang. Melihat si Umar lagi nyala ditinggal yang punya, aku bersemangat pengen dengerin sesuatu (syukron, Irna). Si Kautsar-ku biarlah menganggur di sampingnya, sedang agak malas menyalakannya. Lha sound-nya rusak, gak enak buat dengerin murottal or music. Hehehe. Lalu nyetel lagunya Edcoustic ‘Sepotong Episode’. Wah…sensasinya SMA banget deh. Setiap kalimat dalam lirik lagu ini membawa pikiranku mengembara (cie cie…) pada kenangan masa lalu dengan setting SKI SMAGA berlatar mushola kami di SMAGA lama, Jalan Suhud Nosingo. Hmmh. Semacam ingat lirik lagunya Brother ‘Untukmu Teman’ gitu.

‘Di sini kita pernah bertemu, mencari warna seindah pelangi. Ketika kau menghulurkan tanganmu, mengajakku ke daerah yang baru. Dan hidupku kini ceria… Kini dengarkanlah dendangan lagu tanda ingatanmu, kepadamu teman agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu… ‘

Atau semacam ingat lirik lagu romantisnya Acha dan Irwansyah dengan nada kata pertama yang hampir mirip namun selanjutnya berbeda sangat, hehehe.

‘Di sini kau dan aku terbiasa bersama… ’

Tiba-tiba semacam ada rasa rindu, ingat teman-temanku tersayang Kru SKI SMAGA 2003. Nama-nama berkesan itu…

Adit Chepy, si ketua SKI partnerku yang lucu dan innocent-menurutku si- hehehe. Yang sering kres juga denganku. Hehe. Dit, Dit…istiqomah ya.

Tanti Como, sekretarisku yang selalu rapi dan rajin. Jadi inget Az-Zumar bulletin kita. Makasih Tanti atas bantuan dan komputernya yang sangat menolong dulu. Hehe.

Intan Lola, bendaharaku yang yang yang…spektakular, hehehe.

Intan Nila, yang cool. Hehe.

Nurul, yang selalu tampil profesional – menurutku juga-, hehe-. Sie apa ya dulu, semacam lupa. Hehe.

Ada Pakdhe Susilo si rame yang selalu membuat orang melukiskan senyum dan tawanya. Penggembira sekaligus pengacau. Hoho…

Ada Andika si Lola, yang sering bertengkar denganku. Hehehe. Peace!

Ada Abi Husein yang hanif.

Ada Fachri juga. Better ya, Fachri.

Eh iya, ada Arif Manche juga, kembarannya Adit. Anaknya lucu, innocent pula.

Ada juga Gandhi, Ratih, Fitria, Ajeng, dll teman-teman seperjuangan (aih, apa iya berjuang? hehehe).


Sepotong Episode, By: Edcoustic:

Sebuah kisah masa lalu hadir di benakku

Saat kulihat surau itu menyibak lembaran masa yang indah

Bersama sahabatku

Sepotong episode masa lalu aku

Episode sejarah yang membuatku kini

Merasakan bahagia dalam diin-Mu

Merubah arahan langkah di hidupku

Setiap sudut surau itu menyimpan kisah

Kadang kurindu cerita yang tak pernah hilang kenangan

Bersama mencari cahaya-Mu

Waaah…dengerin lagu ini jadi kangen mushola kita, dan kalian semua… Kangen rujakan plus bersih-bersih mushola. Kangen masuk ke kelas-kelas tiap hari Jum’at, juga saat-saat mengumandangkan pengumuman rapat SKI. Ingat kejadian-kejadian lucu anak-anak SKI. Ingat pohon rambutan, yang bersama Tanti pernah merontokkan buah-buahnya dengan Andika sebagai pemanjatnya. Lalu tiba-tiba ada suara ‘Assalamu’alaikum…’. Dieng! Masya Allah, Pak Bambang (MRnya ikhwan-ikhwan) muncul begitu saja sambil berjalan ke arah kami. Si Andika cepat-cepat melompat dan menyalami beliau. Aku dan Tanti? Kabur donk. Hahaha.

Inget Adit, yang setelah habis makan 2 piring di Pak Ji, siang harinya baru ingat bahwa dia puasa. Kacau, kacau! –_–‘

Ingat pondok Romadhon tiap tahunnya. Dan yang paling berkesan pada zamanku jadi panitia adalah malam stressing yang sampai sekarang aku tetap merasa itu lebay. Hehehe, maaf ya Dit.

Ingat momen tiap tahunnya bagi-bagi daging kurban dan zakat fitrah pada para dhuafa. Senang!

Ingat TA-TA (Tafakkur Alam) kita yang menantang dan menggembirakan. Ya,ya, ya? Mendaki-mendaki, petualangan bocah-bocah SKI.

Ingat MR-MR dan liqo-liqo jaman SMA. Saat-saat berusaha untuk istiqomah, ketika sekolah tak lagi boleh menjadi markas halaqoh, LSM pun jadi sebagai tempat kami mengaji. Pernah ada kegiatan faniyah di liqo kami (akhwat) bersama adik-adik kelas, yaitu membuat semacam nata de coco dari lidah buaya. Dan satu yang kusesali, aku cuma ikut sebentar mengupas lidah-lidah buaya lalu pergi les. Jadi kan tidak sempat merasakan kayak apa tu nata de coco-nya. Hehehe.

Lucu. Meskipun di kemudian hari kita sama-sama menyadari bahwa ‘SKI kita kok GJ ya…’ tapi aku banyak belajar dari sana dan dari kalian semua. Belajar mengerti di kemudian hari, bahwa ke-SERIUS-an itu harus!

Huff! Sedang emosi SMA. Lalu sedetik kemudian kembali merasa aku kini sudah makin dewasa –dan kalian pasti juga. Bukan lagi seperti 4 atau 5 tahun yang lalu berhore-hore bersama mereka, sekarang kami sudah bertebaran di berbagai muka bumi, dengan berbagai jalan pilihan. Ada yang sudah menikah, yang sedang menjelang akan menikah (sopo hayo…?), yang bekerja, yang sibuk berdakwah, dan yang masih berkutat dengan urusan kuliah. Nah lho, enaknya aku termasuk yang mana ya? Apa kabar teman-teman?

Ya Allah. Aku menyayangi mereka. Rahmati mereka ya Allah. Semoga bisa melanjutkan pertemanan indah di surga-Mu. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s