Keajaiban Takwa

Standard

Sedang ingin membuka-buka dan baca-baca lagi tulisanku, dan ingat aku punya tulisan ini. Lumayan , setidaknya untuk menyemangati diri sendiri.

Curhat dari kajian IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) bulan Februari lalu (hehe, sudah lama ditulis).

Dimulai pagi hari langkah kecil para penghuni Baitul Izzah beramai-ramai menuju masjid Muhajirin. Kami berjalan cepat, tepatnya karena mereka mengikuti langkah kakiku yang sengaja kupercepat, membiarkan sedikit tega pada salah satu adhekku yang pakai rok agak sempit untuk sedikit lari kecil mengejar langkah kakiku yang memburu. Hehe, iya. Aku memburu indahnya lantunan tilawah Ustadz Alvin sebagai rangkaian mukaddimah kajiannya. Tidak mau ketinggalan lantunan indah yang menyejukkan itu, sungguh! Karenanya, aku cerewet sama adik-adik, cepet, cepet, cepett! Nanti ketinggalan tilawah muroja’ahnya. Karena sejujurnya saya adalah orang yang selalu tergila-gila (bahasa lebay-nya menyukai) keindahan dan kefasihan bacaan Al Qur’an seseorang. Rasanya…seperti ketika kita kepanasan dan dahaga di teriknya matahari siang, lantas menemukan rimbunnya pohon untuk bernaung serta semilirnya angin menerpa: teduh! Maka dari itu, adalah satu cita-cita dan do’aku selalu, semoga Allah mengizinkanku memiliki seseorang yang keindahan tilawahnya dapat menyejukkan hati :-D.

OK lah, kembali ke IKADI. Alhamdulillah, masih belum mulai ternyata. Dan yang menakjubkanku: Ustadz hafidz itu tilawahnya menghafal surat favoritku: Maryam! Ufffh…(sensasi mata berbunga-bunga) betapa senangnya hatiku. Surat itu punya nuansa rasa yang lembut menurutku, selain karena keindahan bahasanya yang selalu berakhir dengan irama vocal ‘a’ di setiap ayat, juga karena di dalamnya banyak cerita-cerita mengharukan. Terutama kesukaanku adalah kisah tentang Zakaria dan Ibrahim alaihissalam. Entah apakah ada hubungannya dengan karakterku yang rada melankolis, sehingga ayat-ayat yang kusuka pun kebanyakan ayat-ayat yang syahdu, haru.

Dan ternyata, subhanallah-nya lagi, tema kajian IKADI kali ini mengambil salah satu ibrah (pelajaran) dari Nabi Zakaria dalam surat Maryam ini, yang mengisahkan tentang: KEJAIBAN TAKWA. Subhanallah, belum berhenti takjub. Benar-benar ajaib, cerita-cerita dan materi yang disampaikan Ustadz Arqom benar-benar menembus relung akal dan hatiku, membuat jiwa ini tunduk seraya berulang berucap: SUBHANALLAH! Allah Maha Hebat! Menyadarkanku untuk menjadi bagian dari orang-orang itu: yusaari’una fil khoiroot. Orang-orang yang bersegera dalam kebaikan, tidak hanya pokoknya melakukan kebaikan, tapi juga dengan kualifikasi high speed, bersegera! Bukan hanya pokoknya mengerjakan, atau bahkan dengan malas-malasan dan menunda nanti saja, nanti saja. Tapi bersegera, segera, dan segera! Salah satu syarat orang untuk layak mendapatkan keajaiban seperti halnya Zakariya: menjadi orang-orang yang bersegera dalam kebaikan.

Tengoklah awal-awal surat Maryam, bagaimana Zakariya berdoa pada Allah untuk diberi keturunan.

Perhatikan setiap kata yang ia lafadzkan:

“Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub, dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.”

Perhatikan kata-katanya yang seolah-olah kontradiktif. Ya, seorang hamba Allah bernama Zakaria, yang dia mengetahui pasti bahwa ia sudah renta, istrinya mandul, secara logis pasti tidak bisa mempunyai keturunan. Tapi apa yang ia katakan pada Tuhannya tercinta, “dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku”. Inilah yang namanya iman, ini yang namanya kekuatan keyakinan, bahwa bagaimanapun keadaannya, ia percaya Allah takkan pernah mengecewakan doa-doanya.

Maka, Allah menjawab dengan kabar gembira dan ajaib:

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.”

“Zakaria berkata: ‘Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua’

“Tuhan berfirman: ‘Demikianlah’, Tuhan berfirman: ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali.”

Mari kita belajar darinya. Apa yang kemudian menjadikan Allah berkenan memberikan keajaiban pada Zakaria. Allah mengisahkannya dalam surat Al Anbiya’: 90 tentang hamba mulia ini.

“Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.”

Itulah jawabannya. Satu ibrah yang menakjubkan dari Zakaria adalah bagaimana kekuatan keyakinan (iman) mengantarkannya menemukan keajaiban yang bahkan menembus batas logika manusia. Dalam buku mini-nya Ustadz Arqom yang berjudul ‘Training Tazkiyah’ ada kalimat menarik tentang ini. Bahwa inilah hebatnya keyakinan dan harapan. Ia bekerja dalam kehidupan kita tidak dengan logika yang susah dipahami. Justru sebaliknya, ia menjelaskan betapa masuk akalnya jika pada akhirnya sesuatu hanya akan terjadi jika Yang Menghendaki Segala sesuatu itu berkehendak untuk itu. Karena sebab-sebab itu tidak pernah patuh pada dirinya sendiri, tetapi ia hanya patuh dan tunduk kepada Allah, Yang Maha Berkuasa.

Maka, setelah membaca dan mengedit lagi tulisan saya ini, rasanya ada semangat baru untuk: Bangkit! Bertakwalah.

Dan benar lagi kata sahabat ‘Bening’ku, betapa kita sangat membutuhkan Ramadhan…

Allahuakbar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s