Standard

Tik…tik…tik. Aku memang tidak tau harus berjudul apa tulisan ini.

Ingin menangis saja rasanya, mengetahui bahwa orang-orang yang kami harapkan menjadi penerus yang lebih baik dari kami, menjadi uswah hasanah yang memikat hati, ternyata masih saja belum dewasa. Mau bertanya, dikemanakan ilmu-ilmu dan adab-adab ke-Tarbiyah-an yang sudah di-Tarbiyah-kan bertahun-tahun??? Ah, tapi buat apa lah. Mending aku bertanya pada diriku sendiri. Apa mungkin aku yang masih salah mencontohkan? Aku yang kurang banyak mengajarkan? Aku yang seringkali masih lupa menyebut nama mereka dalam doaku? Mungkin iya. Ada sesuatu yang pasti kurang dariku saat kutemukan ada kekurangan pada saudaraku. Kadang terbersit, aku merasa saudara-saudaraku baik-baik sekali, terutama mereka yang selalu berada di dekatku, yang mengetahui aib-aibku. Terlebih memang kepada Allah, Yang Maha Baik lah rasa syukur dan terimakasih yang teramat dalam, atas aib-aib dosa yang dijaga-Nya. Sehingga seringkali di depan manusia tampak baik, bukan karena memang baik, tapi sesungguhnya karena Allah masih mau menutupi aib-aib kita. Karena jika dosa itu bau, mungkin kita takkan punya teman, karena baunya yang semakin menyengat.

Astaghfirullah…

Rosyidamayani Twinsari Maningtyas, masya Allah, selalu tak sengaja teringat kamu di saat2 seperti ini, bahwa aku banyak belajar kejujuran dan ketulusan darimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s