Undesirable Modeling

Standard
Bahagia dan beruntungnya menjadi pionir kebaikan. Begitupun, nelangsa dan ruginya jadi pionir keburukan.
Suatu ketika mengucap Alhamdulillah, ada yang meneladani perilaku baik yang pernah dilakukannya. “Alhamdulillah, ada juga yang meniru melakukannya, semoga Allah mengalirkan pula pahala padanya yang menjadi pemula kebaikan itu”Tapi suatu ketika terpana melihat saudaranya, “Lhoh, lhoh, itu kan gayaku kalo marah, itu kan modelku kalo pas lagi badmood, itu kan kata-kataku pas lagi sebel, itu kan … perilaku2 tidak baik-ku yang pernah aku lakukan. Kok jadi mirip2 aku gitu caranya menunjukkan sikap negatif?”

Gawat. Tidak berniat mengajarkan perilaku negatif sebenarnya, tapi ternyata orang lain yang melihatnya -tanpa diminta dan diajari- sudah bisa belajar sendiri dari perilaku yang ditampakkan. Dan suatu ketika mempraktekkan sama atau mirip seperti itu. Kalau pada contoh pertama sih seneng2 saja ditiru kebaikannya, tapi kalau yang kedua, na’udzubillah.

Lebih gawatnya, kadang (atau sering) tidak sadar sedang membelajarkan (atau memberikan contoh) perilaku negatif untuk ditiru orang. Tau2, orang itu ternyata terinspirasi oleh kita. Apalagi jika kita adalah orang berpengaruh, seorang kakak, seorang senior, yang dianggap lebih benar untuk ditiru. Jadi lebih mudah orang terinspirasi meniru perilaku kita. Termasuk perilaku negatif. Begitu pula ceritanya… (kadang).

Undesirable modeling bisa jadi menguntungkan atau merugikan si model dan penirunya. That’s why, be careful, just chose the one u wanna act.

“Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Dan siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikitpun.” (HR. Muslim)

Menjadi Pionir kebaikan adalah seperti kita bermain di Multi Level Marketing atau MLM (kalo ini Multi Level Reward), semakin banyak orang yang ikut di level bawah kita semakin besar bonus yang akan kita peroleh. Bonus yang kita dapat mungkin masih ratusan ribuan atau mungkin sudah jutaan. Bonus yang dijanjikan oleh Allah swt tentu lebih besar lagi dan dikalikan 10 kali atau 70 kali atau 700 kali atau hanya Allah sendiri yang Maha Tahu. Allahu Sari’ul Hisab (Maha cepat kalkulasi-nya).
Suatu ketika merasa jealous pada teman. Dia memprakarsai suatu kebaikan, kecil sih, tapi sering. Di lain ketika, saya meneladaninya, lalu ada orang lain meneladani saya. Dipikir2, horre…dapat satu downline. Tapii…mikir2 lagi (tafakur diri), bukankah teman saya tadi pahalanya tetap lebih dari sy, karena dia lebih dulu menjadi pencetus, lalu saya menirunya, dan orang lain-lain meniru saya, tetap saja teman saya itu pemulanya.
Nah lho, jadi mikir, kenapa bukan saya yang lebih dulu sempat menjadi pencetus (memberi tauladan) ya…?
Tidak rugi juga sih (menjadi peneladan), hanya kurang beruntung.
(Kepada sosok2 inspiring itu…terimakasih ya, jazakumullah).

-Merasa Dakwah begitu menjaga… : mode on –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s