Nge-time, in My View (ga penting siii)

Standard
Suatu sore di Malang Raya…Menanti seseorang -tepatnya, seorang demi seorang- yang dia tidak tahu pasti.
Kalaupun tampak datang, tidak pasti apakah seseorang itu datang untuknya.
Dan jika bukan, dia menunggu lagi, lagi, dan lagi.
Hingga aku pun jenuh menunggu, bilakah angkot ini mau jalan ya Allah…???
Ini kendaraan kedua-terakhir- untuk menjangkau ruteku.
Hingga habis di dalam kendaraan tua warna biru ini, dua bungkus snack yang kubawa untuk bekalku sebagi ibnu sabil, hehehe.

Alhamdulillah, akhirnya jalan juga.
Dan betapa ‘hhh’ hatiku, ternyata jarak yang ingin kujangkau tak seberapa lama dibanding waktuku menunggu angkot tadi nge-time.
Dengan estimasi waktu –ala aku- kayake lebih cepat aku mlampah deh tadi…–_–‘

Baiklah, Pak Angkot. Semoga jadi rezeki yang barokah untuk anda dan keluarga.
Semoga bertambah tawakal kita pada-Nya, hingga tak kan khawatir akan hilang rezeki yang sudah tertakdir untuk masing-masing hamba-Nya.

Oh. My fight! –___–‘

Namun betapa banyak hikmah ikut mengiringi perjalanan (hidup) ini.
Jika tepat memilih makna tentunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s