Menunggu yang Menguntungkan

Standard

Menunggu kadang (atau seringkali) memang membuat jenuh, bosan, capek, dan mengantuk (kalu aku niii) apalagi dalam jangka waktu lama. Seperti ngantuk dan capeknya waktu aku saat bersama teman-teman KKN antri mau masuk wahana permainan di Jatim Park kemarin. Sudah panas, antrinya puanjang, dan cuma sekedar untuk bermain-main yang mungkin tidak sampai lima menit. Memang sebuah pengorbanan yang tidak cukup penting sich, cuma mau seru-seruan begitu. Beda nilainya dengan kegiatan menunggu-menunggu yang lain yang justru bisa bernilai ibadah dan berpahala, semisal menunggu tibanya waktu sholat, menunggu dimulainya kajian KISS atau KFC di kampus –yang memang sering molor-, atau menunggu datangnya Bulan Ramadhan dengan penuh harap dan kecintaan. Btw, menunggu jodoh termasuk bernilai pahala dan ibadah tidak ya? Insya Allah iya, selama menunggunya diiringi dengan aktivitas-aktivitas ibadah untuk menjaga diri, semacam puasa dll. Menunggu-menunggu macam itu justru bisa jadi bernilai ibadah dan berpahala. Insya Allah.

Memang tidak selamanya aktivitas bernama “menunggu” itu menjadi suatu hal yang membosankan dan menyebalkan seperti lirik lagu Aishiteru “Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku, saat ku harus bersabar dan trus bersabar…” hehe. Ada kalanya menunggu justru menjadi hal yang menguntungkan. Semacam yang kemarin aku alami.

Alkisah, suatu sore, seorang gadis bernama Hanis janjian ketemuan dengan teman-teman untuk rapat bersama membahas suatu misi (lebay mode: 0n !). Maka datanglah aku tepat waktu di tempat yang diberitahukan. Tapi, lho, tempat yang dijanjikan masih kosong melompong. Masa bodoh dengan teman-teman yang belum datang, mereka pasti sebentar lagi juga nongol, pikirku. Jadi kutunggu saja sambil mengaji, yang kebetulan sampai juz 30. Jadi niat sekalian aja habiskan sambil nunggu teman-teman. Sampai 30 menit mengaji dan khatam baru aku penasaran dan baru berniat SMS teman-teman. Dan kau tau kebodohan apa yang telah kulakukan? Aku salah tempat! Rapatnya sudah dimulai di seberang. Aiiih…—__—! Sudah PD-PD-nya aku sok menunggu tanpa SMS mereka, padahal mereka yang sudah menungguku. Dudul!

Tak apa lah, setidaknya penantianku bermanfaat. Allah tau saja aku butuh waktu senggang seperti ini. Menunggu yang menguntungkan. Jadi ada kesempatan memanfaatkan kesempitan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s