Mendampingi…yang Kadang Terlupa

Standard

Ingat Entuz, temanku yang lucu yang selalu rajin menemani orang ujian skripsi (semoga semester ini aku bisa menemanimu…amiin). Frankly speaking, aku terkesan. Ingin meniru, tapi selalu saja tidak berkesempatan. Baiklah, itu bagianmu.

Ada satu bagian menarik. Seperti itulah mungkin, peran seorang helper yang pertama-tama dibutuhkan konseli. Mendampingi. Mendampingi saja dulu, karena tidak selalu seorang konseli itu butuh diselesaikan masalahnya. Kadang mereka hanya butuh katarsis, kelegaan. Dengan adanya seseorang yang menemani, membersamai, dan mendengarkannya, ia merasa lega, berkurang beban jiwanya. Meskipun sebenarnya belum membantu, belum memberikan solusi atas beban masalahnya, namun kehadirannya saja sudah memberikan efek terapeutik, melegakan!
Seperti para supporter sepak bola, yang dibutuhkan oleh pemain untuk hadir dalam pertandingannya. Tidak butuh dibantu menendang bola, karena itu malah bisa menjadi masalah (ingat kasusnya Hendri Mulyadi, hehe). Para pemain itu hanya butuh kehadiran para supporternya untuk berteriak padanya memberi semangat, untuk melambai-lambaikan ayunan tangan dan sorak sorainya, sekedar menyampaikan pada para pemain: “Kami ada di sini, Bro. bersemangatlah, lakukan yang terbaik! Kami di sini untukmu, mendukungmu, mendoakanmu, sepenuhnya hadir untukmu. Kami akan bersorai untuk kemenanganmu! Salam satu jiwa, Arema! (Lho?)”

Begitulah. Bahwa tidak semua orang yg memiliki masalah itu butuh seseorang yang bisa menyelesaikan masalahnya. Kadang mereka hanya butuh didampingi untuk menghadapi masalahnya, agar ia yakin, ada banyak orang mengalami hal yang sama dengannya, ada banyak orang bersamanya ketika ia harus menghadapi suatu peristiwa.

Tersadar…
Dari sebuah syuro (rapat) kecil di mushola kecil bersama teman2 divisi.
Dia yang selalu berkata dari hati, hingga selalu (atau sering) perkataan lisannya benar-benar jatuh ke hati.
For the ones inspiring me…semoga selalu dijaga oleh-Nya semua kebaikan kalian. ^-^

Untuk Tim Gonjreng yang selalu mengajarkan kebersamaan, thanks ya.
Meskipun aku sendiri jarang bisa bersama kalian. Hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s