Cermin-cerminku

Standard
Seorang gadis menyusuri jalan, sendirian.
Sepanjang ia berjalan, ada saja orang yang menertawainya, memandangnya aneh, atau berbisik-bisik ketika melihatnya.
Gadis itu tak tau kenapa orang-orang seperti itu.
Dia tidak bertanya, dan orang-orang itupun tidak memberitahunya kenapa…???
Hingga sampailah ia di rumahnya yg ia tuju.
Saat dia menemukan cermin, dia mengaca.
Owh, kagetnya dia, ternyata ada noda hitam seperti angus di pipinya.
Pantaslah orang-orang di jalan tadi menertawainya. Malunya…
Berkat cermin tadi dia tau ada noda di pipinya, akhirnya dia bisa membersihkannya sehingga bersih wajahnya.
Aah… untung ada cermin.
Ia jadi tau ada noda yang harus ia bersihkan, ia jadi tahu apa yang harus ia benahi dari dirinya.
Seperti itulah teman, ia layaknya cermin yang bisa menunjukkan seperti apa kita, ia yang memberitahukan apa yang perlu kita benahi…
Sangat tidak logis ketika gadis itu menemukan cermin itu, tapi justru membuatnya marah-marah dan memaki cermin. Haha, lucu.Bersyukurlah menemukan ‘cermin-cermin’ itu.
Sungguh engkau beruntung menemukannya.

Oh ya, kalau kau cermin, jadilah cermin datar, yang menunjukkan benar-benar seperti apa obyek di depannya. Jangan jadi cermin cekung yang kurang asertif, atau cermin cembung yang lebay.
Hayhayhay… ^0^’ —just joke, buddy—

I Love friendship, like with you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s