Cinta, Selalu Hati yang Memilih

Standard

Selalu hati yang memilih, tidak bisa membagi cinta dengan porsi yang sama. Tidak bisa menyamakan keberadaan semua orang pada sudut hati yang sama. Bahkan Rosulullah pun tidak bisa menyamakan perasaan cintanya kepada istri yang satu dengan istri lainnya. Hingga beliau berdoa, “اللهم هذا قسمى فيما أملك فلا تلمنى فيما تملك ولا أملك {رواه الاربعة و, وصححه ابن حبان و الحاكم}

“Ya Allah, inilah pembagianku yang mampu aku lakukan menurut kemampuanku, maka janganlah Engkau mencelaku tentang apa yang Engkau mampu sedangkan aku tidak mampu” (pernah baca di Fiqh Sunnah)

Begitupun hati ini, tidak bisa bohong bahwa ia mencintai seorang dengan luapan yang lebih dari pada kepada seorang lainnya. Bagaimana ya, itu panggilan hati, magnet jiwa (ciee…). Ada sesuatu yang sangat mengagumkan hati dan jiwa ini pada seseorang, tapi tidak pada yang lainnya. Misal, ketika aku mencintai saudariku si Bening melebihi yang lainnya, memang begitulah magnet jiwa dia menarikku kuat untuk menyayangi dan mencintainya lebih daripada yang lain. Ada suatu hal yang membuat dia sangat pantas untuk dicintai sedemikian rupa. Bukan berarti aku tidak mencintai yang lain. Sungguh bukan begitu! I love all my friends, menyayangi semua, hanya dengan porsi cinta yang berbeda. Bisa bersikap baik hati pada semua, tapi tidak bisa hati memungkiri bahwa ia tidak jatuh cinta pada setiap pribadi. Hati ini memilih. Memilih kepada siapa ia bisa jatuh cinta… Aku ingin selalu mencintai semua, tapi maaf, sebatas aku mampu, dengan tetap menunaikan hak-hak kita sebagai saudara, sebagi teman. Mencintai dengan porsi sedikit, bukan berarti benci, bukan berarti pula tidak adil dalam berbagi. Mudah untuk adil secara fisik, secara materi, tapi tidak pada perasaan. Bisa tersenyum pada semua orang, tapi tidak dengan rasa yang sama ketika senyum itu untuk dia yang sangat menawan. Dan ini wajar kok, chemistry kita dengan satu orang dengan orang lain itu kan beda… Tapi ini bukan harga mati sebenarnya, masing2 kita punya pesona. Tinggal bagaimana membuat diri kita menjadi layak dan pantas untuk dicintai dengan kadar tinggi, bagaimana agar membuat orang lain benar2 terpesona untuk mencintai kita. Seperti aku yang terpesona oleh kelembutan hatinya… itu membuatnya sangat wajar selalu menerima cinta yang mendalam dari semua orang. Buatlah dirimu layak dicintai dengan kadar tinggi…dengan pesona jiwa yang menawan jiwa-jiwa lain. Karena cinta itu selalu hati yang memilihnya, selalu hati yang memutuskan kepada siapa ia menjatuhkan perasaan. Maka, maafkan…untuk yang hanya kebagian porsi sedikit atas cintaku. Hehee Yaa Rosulullah, harus belajar dari engkau bagaimana memiliki jiwa mempesona yang bahkan menawan orang-orang yang hatinya keras, hingga mereka mencintaimu…

– Suatu sore di sudut GKB bercerita bersama si Bening –

Allah…aku tau aku beruntung! ^-^’

4 responses »

  1. barusan baca mbak, jadi komen lagi.

    “Salah satu yang membuat orang lain mencintai dengan kadar tinggi adalah ketulusan dan kejujuran hati”

    ini semua tercermin dari tulisan antum yang sungguh isinya menyentuh mbak, Tiap yang membaca pasti sudah bisa membayangkan seperti apa mbak Hanis itu. Selamat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s