Akhirnya Memilih

Standard

Pertama kalinya: istikharah! Bukan untuk memutuskan khitbahnya siapa yang diterima, hehehehehehehe. Tapi yang lebih konyol dari itu: ikut semester pendek (SP) atau ambil semester sembilan???

Hmmmh…pertimbangan berat harus segera dibuat, mana pilihan yang harus diambil. Dan setelah silaturahim Bu Ella tadi malam, aku putuskan bahwa aku ambil semester ganjil, menambah satu semester lagi untuk merampungkan semuanya. Temanku tampak shock mendengar Bu Ella memberi penjelasan. Aku? Shock juga sich, cuma segera tercover dengan logoterapiku yang kemudian membawaku pada pikiran (atau lamunan tepatnya :-D) bahwa akan banyak hal menarik dan indah aku lewati selama perpanjangan masa kuliah nantinya (menghibur diri, sejujurnya, hehe).

Malam yang dingin, aku dan temanku motoran ke Batu lagi menuju ke posko, pasca menempuh rute Singosari-Bunul-Stasiun-Dinoyo. Angin malam menghantarkan rasa dingin, menemani rasa capek atas hari ini. Alhamdulillah-nya, Allah memberiku nyali untuk berani motoran, kebut-kebutan (mengejar waktu), jauh, malam, dingin-dingin pula. Wanita cantik yang kubonceng di belakangku tampaknya menenggelamkan diri dalam ke-shock-annya, hening tak bersuara, dan pastinya tidak bisa menggantikanku nyetir motor. Aku yang menyetir dalam nuansa hening menikmati perjalanan dengan diikuti perjalanan pikiranku pula (ngelamun maksudnya, hehe). Ada kilasan-kilasan peristiwa menarik yang kubayangkan akan bisa kualami selama menyelesaikan masa studi sampai Maret nanti (insya Allah).

Dan antara lain yang terbersit dalam pikiranku adalah…tereng teng…!

  1. Ada kesempatan menambal kekurangan atas kontribusiku di dakwah kampus.
  2. Bisa lebih lama dan lebih banyak belajar lagi (selain atas nama ma’isyah) di HABIBI tersayang.
  3. Berarti, aku bisa dapat beasiswaku utuh, hehe, karena kalau lulus Oktober ini, hanya berkesempatan mengambil jatah pengambilan periode pertama.
  4. Masih sempat menikmati suasana kampus, ikhwah, dan teman-teman ‘rasa Malang’, hehehe.
  5. Ada kesempatan menimba banyak hal baik lagi di Malang, memenuhi target-target yang belum full kesampaian.

Itulah kira-kira logoterapi ala aku, hehehe. Meski teriring semua resiko yang harus aku pertanggungjawabkan, termasuk perubahan waktu yang akan membuatku membenahi beberapa bagian dari life map-ku.

Whatever. Yang jelas, aku tetap ceria kok.

Yupppy!!! Tetap bahagiaaaaaa…dengan semua yang aku punya dan semua yang aku tidak punya.

Di jeda aku tersadar dari pikiran (lamunan) di sepanjang perjalanan, lirih kuucapkan do’a yang selalu kubaca setiap motoran (ngebut tepatnya), yang membuatku merasa aman bahwa ada kekuatan Maha Hebat yang menjagaku dari segala bahaya.

Terimakasih ya Allah…ingatkan jika aku lupa akan nikmat-nikmat yang Engkau amanahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s