Serial KKN Hanis: Ayo Senang Mengaji!

Standard
Senin, 7 Juni 2010
Jum’at kemarin (dua minggu lalu kayake), ba’da sholat maghrib berjamaah aku, Iis, dan Ita buru-buru keluar dari kamar menuju ruang TV sambil menenteng Al-qur’an masing-masing. Selanjutnya, sambil masih mengenakan mukena, kami bertiga mengaji di sofa ruang TV. Selain karena mencari nyala lampu yang lebih terang, sejujurnya alasan utamanya bukan itu. Adalah suatu alasan konyol kami buru-buru keluar kamar sambil ketawa-ketawa. Hehehe…
Banyak hal konyol dan lucu seperti ini kami alami selama menjadi KKN-mate sekaligus room mate. Bersyukur sekali aku ditakdirkan se-KKN dengan mereka, Iis dan Ita terutama, karena mereka punya kebiasaan bagus yang match sama aku (halaah…giliran bagus diaku-aku, hehe) seperti senang bangun pagi, sholat jama’ah, mengaji sama-sama, ikut ngaji ibuk, dan beres-beres (kalau yang ini aku lebih sering membuat berantakan, hehe). Jadi merasa punya teman ‘sejalan’ gitu, sekaligus sejalan dalam hal-hal GJ, hehehe. Dan ba’da maghrib kemarin salah satu aktivitas klop kami (yang konyol).

Beberapa menit kami mengaji, ibuk menghampiri dan mengajak ngobrol. Salah satunya ibuk cerita:
“Kalau ngaji begini Mbak, nanti kalau pas naik haji, ngaji di Madinah itu pahalanya 1000, kalau di Mekah pahalanya 100.000.”
Ita yang berhenti mengaji menimpali, “O…begitu ya Buk. Kalau di Indonesia pahalanya berapa Buk?”
Aku mendengarkan obrolan sambil terus mengaji, batinku, pertanyaan Ita lucu deh. Eh, tapi ada jawabannya ternyata.
“Sepuluh.” Kata ibuk.
Aku berhenti mengaji sejenak. Ha? Mana ada dalil bahwa tilawah di Indonesia pahalanya sepuluh??? Dong-dong…beberapa detik kemudian baru sadar akulah yang tulalit. Ya iyalah, Rosul bilang kan pahala membaca ayat Qur’an (secara umum) itu sepuluh tiap hurufnya. Maka, termasuk di Indonesia pahalanya sepuluh donk tiap hurufnya.
“O…iya ya Buk. Hehehe.” Kataku sambil senyum-senyum.

Allah, yang Maha Baik, yang selalu Maha Pemurah melimpahkan ganjaran kebaikan, salah satunya adalah pahala mengaji. Bayangpun, kalau kita mengaji pahala tiap hurufnya adalah sepuluh. Orang yg mahir membaca Al-Qur’an maka pada hari kiamat akan di kumpulkan bersama rombongan malaikat yg mulia. Sedangkan bagi orang yg terbata-bata dalam membacanya akan mendapatkan dua pahala yaitu pahala dia membaca Al-Qur’an dan pahala kesungguhan dalam membacanya dgn baik dan benar. Subhanallah…
Dan masih banyak lagi keuntungan mengaji.

Sempat terinspirasi oleh sebuah hadits,
Dari Muadz bin Anas ra., bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orang tuanya di hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan oleh amalan yang seperti ini.” (HR. Abu Daud)
Ini keren! Menginspirasiku senang mengaji dan menghafal. Berharap dan berdoa, kelak di ‘sana’ aku bisa membuat bangga bapak dan ibuk.

Ayo senang mengaji, siapkan kemilau hadiah terindah untuk mereka kelak di sana…(“,)*
Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s