Serial KKN Hanis: Iseng saja, hehe

Standard
Jum’at, 28 Mei 2010
Jum’at, hari bagus. Setidaknya, hari Jum’at punya kemuliaan tambahan dari hari-hari selainnya. Hmmh, kembali pada kebisaan bagus: rajin menulis! Entah mencoba menyentuh tulisan skripsiku, menulis diary kejujuran hatiku, atau menulis apalah mulai dari yang penting sampai yang iseng.Termasuk menulis note ini, yang sebenarnya iseng saja sekedar menjadikannya katarsis atas hal-hal berkesan yang kualami. Meskipun iseng, tapi adalah suatu hal bagus mempunyai kebiasaan menulis, yang akan dapat memberikan efek to recognizing our stated of emotions ketika kita kembali membaca tulisan-tulisan kita. Ealah…skripsiku banget ini. Hiks!Ini cerita tentang beberapa hari ini di KKN-ku.
Anggap saja, serial KKN Hanis, hehehe.
Tidak penting sebenarnya. Whatever lah, aku suka.Selasa kemarin pagi-pagi jalan2 sama Iis. Kami berjalan ke arah barat (bukan untuk mencari kitab suci) menelusuri jalanan desa, menghirup udara segar yang mendinginkan banget. Katanya udara pagi hari bisa mengusir penyakit, plus stress yang sering dialami mahasiswa tingkat akhir (seperti kami, hehe).
Aku dan Iis berjalan pelan-pelan, sambil cengar-cengir menikmati dan memperhatikan banyak hal, terutama beragam tanaman bunga di kanan-kiri jalan, beserta para petani bunga yang selalu giat bekerja di ladang bunga mereka. Semakin terus berjalan, wih, ternyata dekat sekali dengan bukit. Kalau saja mau sedikit meneruskan perjalanan mungkin kami sampai di gunung itu. Tapi karena kami berencana belanja juga, akhirnya balik dech ke arah timuuuuur…sampai kami belanja di swalayan, dan pulang lagi balik ke arah barat melalui jalan yang sama. Geje wes, ngetan ngulon.
Siang harinya menemani Ita ngajar bimbel IPA di kelas 5, acaranya kuis-kuisan gitu, hehe. Tiga kelompok siswa yang ada, dengan masing-masing empat anak jumlah anggotanya, cowok semua. Tapi wuh, ruamenya masya Allah bikin kepala pening. Yang menyenangkan adalah ramenya mereka rame bagus, dengan semangat dan lantangnya berebut menjawab. Yang menarik, ada seorang anak cowok yang cerdas sekali, Yusril namanya, teman-temannya memanggilnya Ucil. Pantas ketika dia baru datang, ketiga kelompok berebut ingin menjadikannya anggota kelompok mereka. Anaknya ganteng, selalu tersenyum, dan rame kalau ngomong. Selalu dia yang pertama mengacungkan tangan dan menjawab dengan benar. Jadi kelompoknya tu menang gara2 ada dia. Melihat gayanya menjawab aku tiba2 jadi ingat Lintang. Seperti waktu Ita tanya tentang apa gitu (lupa), pokoknya jawaban dia bener. Dengan lantang dan sangat lancar dia menjawab, “Cahaya dapat dipantulkan menembus celah, meyebar, bla…bla…bla (entahlah aku lupa, hehe), yang disebut divergen cahaya.” Wew, pinternya…begitu juga jawaban-jawaban dia lainnya. Hampir dia borong semua soal-soal kuis, dan itu membuatku…memandanginya (terkesan).
Lucunya, si Ita sering kali manggut2 mendengar jawabannya, dan aku tahu dia berbuat begitu sambil berpikir. Yah, beginilah nasib para guru dadakan, yang mendadak pula belajarnya. Hahaha.

Rabu kemarin…
Weh…hari suntuk di sekolah, di suatu ruang yang disediakan sebagai base camp untuk kami. Sepertinya hari-hari ini kami sedang mengalami masa bosan menghabiskan waktu pagi sampai siang di perpustakaan, menjalani rutinitas kami bersama ratusan atau kayaknya ribuan buku-buku di ruang ini. Hingga hari ini, hahaha…wajah-wajah bosan kami tampak aneh dan lucu-lucu. Ada beragam cara ditempuh sekedar sebagai usaha mengusir bosan. Ada yang mengusir bosan dengan ngemil sembari bekerja, ada yang mengobras (ngobrol bebas) dan bercanda gak karuan, ada juga yang mengoceh atau menyanyi tidak jelas yang penting mengeluarkan rasa bosan secara verbal. Hahaha. Lain lagi, ada yang tiba-tiba berhenti bekerja, diam sejenak, kemudian tertidur (atau tidur-tiduran), ada yang mengutik-utik komputer entah diapain, yang jelas dia sekaligus operator musik yang GeJe banget menggonta-ganti lagu seenaknya dan tidak karuan. Lagi, ada yang keluar masuk seperti orang bingung tapi tidak bingung, sampai…yang paling iseng adalah seorang teman yang dengan innocent-nya dulinan bal (maen bola) di ruangan yang tidak begitu luas ini hingga sukses menjatuhkan gelas kaca dan pecahlah pastinya (asal tau saja, si pelaku ini di hari sebelumnya telah memecahkan asbak juga, weleh…). Dan aku adalah salah satu dari mereka, yang mengusir rasa bosan dengan berbagai cara (kecuali main bola).
Benar, benar…aku dan teman-temanku yang lucu.

Lalu kemarin…
Giliranku megisi bimbel English Class, di kelas 5. Aku dan mereka (anak-anak bimbelku) sampai ‘diusir’ dari kelas gara-gara anak-anak ruame banget (ya iya, wong kita main sambil belajar, dan mereka pastinya teriak-teriak) sedang di ruang sebelah sedang ada rapat guru. Hehe, jadi kita pindah ke ruang kelas dua.
Apa ya yang mau kuceritakan? Oh, si Ucil, datang telat seperti waktu bimbel IPA kemarin, dan jadi rebutan sama teman-temannya lagi kayak kemarin. Dikiranya kita mau kuis-kuisan lagi, hehe. Nah, lucunya, pada waktu introduction si Ucil ini bilang tentang cita-citanya:
“I want to be a…Grand master.”
“Headmaster?” Karena aku dengernya headmaster, batinku kok ngerti anak ini.
“Grand master, Miss.”
“Oh…(tuing-tuing!). Grand master apa maksudnya?”
“Lha grandmaster apa artinya mbak?”
“Lhaaa??? Ucil mauya jadi apa?”
“Ahli Biologi gitu Mbak.”
“O, Biologist.” Sambil kutuliskan dengan kapur di papan. “Kamu suka Biologi kah?”
“Ndak.”
Gubrak! –__–‘ Apaaaa maunya ni anak…? (Dalam hati)
Hahaha, dasar, anak-anak yang lucu, lugu. Selebihnya, hari perdana kami diisi main-main di kelas.
Meng-handle kelimabelas anak cowok ini selama satu jam, senang sich, cuma setelah keluar ruangan serak suara. Anyway, everything was going on happily! ^-^’

Dan hari ini, hari bagus (“,)*
Libur ke sekolah. Horeeeee…!
Pagi, kami para cewek berlima, menghabiskan waktu 4 jam sejak jam 6 pagi untuk: memasak!
Wih…lumayan. Lumayan capek, lumayan bau kompor, lumayan bereksperimen aneh-aneh, dan pastinya lumayan yummy masakan hari ini. Hehe.
Pas orangnya tinggal sedikit pula. Lima cewek, tiga cowok.

Berita bagus hari ini!
Baru nyalain HP, ada SMS dari dua adhek SERUNIku, mengucapkan selamat sekaligus membawa berita gembira: Alhamdulillah, aku dapet beasiswa lagi, PPA! Hehe, senangnya ya Allah…^-^’
Alhamdulillah, kata pertama yang kuucap nyaring setelah membuka SMS.
Alhamdulillah (lagi) sejak semester tiga aku bisa bayar SPP dan uang kos sendiri dan semester ini adalah kesempatan terakhirku dapat beasiswa. Maklum, sudah tingkat akhir, expired. Hehe
Terimakasih ya Allah…

OK, Jum’at, hari bagus. Menghabiskan hari ini dengan banyak hal menyenangkan: masak-memasak, dikasih rujak ‘unik’ sama ibu, makan es krim, beraktivitas yang menyenangkan sama Iis dan Ita, dan…fesbuk’an, ehehe.
Ingat orang2 tersayang di Malang: untuk amanah yg belum tertunaikan, afwan, sabarlah bersama saya yang…ya begini ini keterbatasanya. ;(

I’m happy, everything’s going on happily!
^-^’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s