Keluarga Berencana

Standard

Ada seorang ibu ditanya, “Ibu kan kepala puskesmas, kok nggak KB?” Jawab si ibu:”Lho, saya KB kok, Keluarga Berencana, memang saya berencana punya anak lima.” wkwkwk

Ketawa aja waktu aku dengar cerita ibunya, dan diam2 aku membenarkan beliau. Kalau kata BKKBN, Keluarga Berencana (KB) itu kan berarti dua anak cukup. Kalau kataku, setuju dengan kata ibu tadi, yg penting berencana. Entah berencana anaknya dua, empat, tujuh, atau sepuluh, yang penting berencana.ehehee. Nah yang bingung tu waktu datang ke posyandu nimbangin anak, biasanya ditanya sama petugas posyandu,”KBnya apa?” ngoekk..bingunglah aku menjawabnya. Harusnya kan posyandu tu yg ditanyain seputar bagaimana menyusui, apakah lancar? Apakah ada kendala? Apakah ASI eksklusif? MPASInya bagaimana? Atau mungkin ada konsultan laktasi di posyandu, eh tapi nggak ada sama sekali hal2 seputar itu.

Kembali tentang KB tadi. Memang takdir atas kehadiran anak itu adalah kehendak Allah, tapi manusia diberi ruang untuk berencana. Perkara penggunaan alat2 KB untuk mencegah kehamilan, ada perbedaan pendapat tentang boleh tidaknya. Tapi pada dasarnya, seperti kisah sahabat di zaman Rosul, bahwa merencanakan kehamilan itu boleh, dengan tujuan misalnya menjaga jarak kelahiran anak, agar menjaga kualitas penyusuan, memulihkan kondisi ibu (apalagi ibu yg melahirkan via sesar), dll dengan tujuan mashlahat. Banyak hikmahnya.

Kalau di alqur’an dikatakan masa penyusuan itu selama 2 tahun, paling tidak kita sebagai orangtua mempertimbangkan hal tersebut, agar hak anak untuk memperoleh ASI selama minimal 2 tahun dapat terpenuhi, salah satunya dengan merencanakan kelahiran anak berikutnya. Karena jika ibu hamil sambil menyusui, adakalanya beresiko semisal menimbulkan his atau kontraksi pada rahim saat menyusui. Tapi tak jarang juga ibu yg NWP (nursing while pregnant) bisa sehat2 saja menyusui pada saat hamil sampai melahirkan. Tantangan selanjutnya mungkin adalah tandem nursing, menyusui 2 anak sekaligus, jika sang kakak masih menyusu. Ini tantangannya juga seru, he3 *jadi inget kisahnya Sogi Indraduaja di buku AyahASI, gokil!

Nulis ini sebenarnya karena terinspirasi kemarin ditanya adik kelas yg juga sudah berputra,”Mbak, Rafa udah mau punya adik belum?” hehehe, ya dalam rencana kami belum, prinsipnya ingin memenuhi ASI sampai Rafa 2 tahun, namun sebaik2 rencana adalah dari Allah. Syukuri saja segala pemberianNYA. Wallahua’lam :)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s